|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
27 Februari 2008
|
|
Menjelang RUPS 28 Februari di Hotel Sedona
Direksi Bank Sulut Harus Ada ‘Orang Dalam’
|
Menjelang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sulut yang direncanakan berlangsung 28 Februari di Hotel Sedona, kini semua kalangan yang terkait dengan bank tersebut mulai ramai membicarakan mengenai siapa-siapa yang bisa duduk di jajaran direksi yang baru.
Selain jajaran direksi, yang juga ramai dibicarakan adalah jabatan komisaris. Sebagaimana diketahui baru-baru ii, baik mereka yang akan duduk di jajaran direksi maupun komisaris baru saja mengikit fit and proper test (FPT) yang dilakukan Bank Indonesia.
Meskipun nama-nama yang lulus dan tidak lulus terkesan ditutup-tutupi, namun sudah beredar informasi yang lulus FPT untuk jajaran direksi ada tiga nama. Mereka itu adalah Xaverius Mapandy (sekarang direktur utama), Jeffry Wurangian (direktur umum), dan Boby Makasutji.
Sementara untuk komisaris, diinformasikan pula yang lulus FPT adalah Robby Mamuaja (Sekprop Sulut), Arsjad Daud, dan Johan Rumondor.
Sebagai bank aset daerah Sulut, bank ini memang akan mengangkat empat orang direksi, yang akan mengisi jabatan direktur utama, direktur pemasaran, direktur umum, dan direktur kepatuhan. Bila dilihat dari hasil FPT, di mana baru ada tiga yang lulus, maka untuk satu jabatan masih harus akan diisi, yang sudah tentu harus kembali mengikuti FPT.
Berkaitan dengan itulah maka, diusulkan agar salah satu jabatan direksi harus diisi ‘orang dalam’. Karena kalau melihat mereka yang telah lulus FPT semuanya bukan ‘kader’ atau ‘orang dalam’ Sulut. Diharapkan dengan adanya ‘orang dalam’, berarti menghargai pengkaderan dan penjenjangan karir di dalam bank kebanggaan Sulut tersebut.
‘Orang dalam’ yang disebut-sebut bisa menduduki jabatan direksi, antara lain Jeffry Lungkang (Pimpinan Divis Sumber Daya Manusia), Revino Pepah (Pimpinan Divisi Pengembangan Bisnis dan Pengembangan Cabang), dan James Salibana (Pimpinan Divisi Perencanaan), Fleming Harun (Pimpinan Divisi Trisuri/Transaksi), dan Ridwan Ngilu (Pimpinan Divisi Pengendalian Keuangan dan Teknologi).
Nama-nama ‘orang dalam’ ini dikabarkan sudah mengikuti FPT namun belum berhasil lulus, dan dimungkinkan untuk ikut FPT kembali. Karena itu disarankan RUPS sebaiknya ditunda setelah mereka mengikuti FPT kembali untuk mengisi satu dari empat direksi.
Direktur utama Bank Sulut Xaverius Mapandy yang dihubungi lewat telepon maupun sms, belum bersedia memberi tanggapan. Begitu pula pimpinan Bank Indonesia Manado Jeffry Kairupan tidak memberikan tanggapan.
Mengenai pengisian direksi ini, menurut sebuah sumber, tergantung dari pemegang saham. “Kalau pemegang saham tidak setuju dengan direksi yang ditunjuk, meskipun sudah lulus FPT, sudah pasti harus tunduk pada pemegang saham,” tuturnya.(jef)
|
|