|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Tribun Olahraga
|
28 Februari 2008
|
Rita Subowo: PON tak Ada Pengurangan Nomor
Ketua Umum KONI dan KOI, Rita Subowo, di Jakarta, Selasa (26/2), menegaskan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII/2008 Kalimantan Timur akan tetap memperebutkan 749 emas dari 43 cabang olahraga (cabor). Meski, Panitia Besar (PB) PON belum merampungkan tiga venues di Balikpapan, yakni menembak, squash, dan dayung; juga hoki di Samarinda.
“Sampai sekarang belum ada pemikiran untuk mengurangi nomor yang dipertandingkan, tetap angka yang sama,” kata Rita Subowo. “PB PON sudah menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah PON pada waktu yang dijadwalkan. Tentu mereka juga wajib menyelesaikan venues yang belum selesai,” tambahnya.
Prasarana berupa kesiapan listrik pun tak akan lagi menjadi permasalahan seperti pada waktu Kaltim menjadi tuan rumah Popnas 2007. Waktu itu, permukiman atlet tak mendapatkan suplai listrik dan air yang cukup, bahkan hingga malam dalam beberapa hari.
Ke-749 emas yang diperebutkan dalam PON nanti mayoritas didominasi dari cabor air, yakni mencapai 58 emas yang terbagi dalam renang sebanyak 40 nomor, renang indah tiga, loncat 14, dan satu emas polo air. Disusul cabor dirgantara yang memperebutkan 52 emas dan atletik (46 emas); dan angkat berat, angkat besi, dan binaraga (44 emas).
Adapun menembak dan dayung juga termasuk cabor yang menawarkan banyak emas. Menembak mencapai 30 emas dan dayung memperebutkan 31 emas yang terdiri atas 16 dari kayak/kano dan sisanya rowing.
“Tak bisa begitu saja cabor itu dihapus. Para atlet seluruh daerah tentu sudah mempersiapkan diri untuk mencuri emas dari cabor tersebut," kata Harmain Okol, wakil ketua harian PB PON.
Alternatif lain untukmemindahkan cabor tersebut dari Kaltim pun dinilai terlalu mengada-ada. "Kalau pelaksanaannya di luar Kaltim, bukan PON Kaltim namanya," tegas Harmain.(kon)
Kota Manado siap Bantu Dana PON
Surat Pemerintah Propinsi (Pemprop) yang dilayangkan ke seluruh Kabupaten/Kota sebagai tindak lanjut hasil pertemuan antara pihak Pemprop dan utusan Kabupaten/Kota beberapa lalu, telah diterima Kota Manado. “Ya pemkot telah menerima surat dari pihak pemprop terkait permohonan bantuan dana PON, dan kami akan menindaklanjuti permohonan bantuan tersebut,” kata Sekretaris Kota Manado Ir GSV Lumentut.
Namun begitu ia menuturkan, kepastian berapa besar jumlahnya, tergantung keputusan Walikota Manado Jimmy Rimba Rogi Ssos. “Nanti pak Wali yang akan mengambil keputusan berapa besar alokasi bantuan untuk dana PON tesebut,” tukasnya.
Sesuai hasil pertemuan lalu, bantuan setiap kabupaten/kota minimal Rp 500 juta.(sal)
SVR Bakal Sumbang Papan Catur dan Jam Digital Bagi
Pengcab
Terpilihnya Drs Stevanus Vreeke Runtu (SVR) sebagai Ketua Umum Pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Sulut periode 2008-2012 mendatang, memberi nuansa baru bagi perkembangan olahraga asah otak di Sulut. Hal ini dibuktikan dengan bakal disumbangkannya papan catur dan jam digital oleh SVR untuk setiap Pengurus cabang (Pengcab) yang ada.
“Menurut rencana usai pelantikan nanti, Pak Vreeke akan menyumbangkan papan catur dan jam digital dengan standar nasional untuk setiap pengcab,” tutur Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengprop Percasi Sulut Huibert ‘Hep’ Pusung Ssos MN WNP, kepada Komentar, Rabu (27/02) kemarin.
Dikatakan pecatur andalan Sulut ini, langkah ini sebagai bentuk untuk menggeliatkan cabang catur yang tak hanya pada tingkat pengprop saja, namun perhatian di tingkat pengcab juga bisa lebih maju. “Peran pengcab juga sangat penting dalam hal pengembangan olahraga catur yang ada di Sulut, karena itulah Pak Vreeke memandang perlu adanya bantuan ini,” ungkapnya.
Ia mengutarakan, ada rencana untuk membentuk pengcab di daerah-daerah pemekaran. “Sasaran dari Pak Vreeke ke depan nantinya untuk daerah pemekaran sudah bisa dibentuk pengcab, dan beliau berpesan kalau ada kesempatan untuk daerah-daerah pemekaran yang sudah terbentuk pengcab dan akan menggelar pelantikan beliau akan turut hadir,” terangnya.(sal)
|
|