|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Bolaang Mongondow
|
28 Februari 2008
|
|
Izin KKP Diminta Tinjau Kembali
|
Keberadaan PT Kawanua Kairupan Pantera (KKP) di wi-layah calon kabupaten Bolsel, selalu menuai sorotan dari masyarakat setempat. Mulai dari potensi pengrusakan hu-tan, sampai pada kebijakan manajemen dalam memperla-kukan karyawannya. Tak he-ran, kalau legislator Bolmong asal Bolsel, Hi Herson Mayulu SIP pun, mendesak Pemkab agar dapat meninjau kembali status perusahaan tersebut.
“Apakah perlu dilanjutkan izinnya atau dihentikan saja dari sekarang. Ini demi men-cegah dampak lingkungan yang menimpa masyarakat, serta menghindari konflik ho-rizontal yang bisa saja terjadi antar sesama karyawannya,” tandas Mayulu.
Dijelaskan, hutan dijadikan areal bercocok tanam cengkih oleh pihak perusahaan, su-dah semakin besar, mencapai ribuan hektar. Tindakan itu sendiri telah mengubah fungsi hutan yang sebenarnya, se-hingga bila hujan deras tanpa henti, hutan tak mampu lagi menahan air.
“Persoalan yang krusial juga terlihat pada kebijakan peru-sahaan terhadap pegawainya. Di antaranya tidak adanya ja-minan kesejahteraan pegawai, tak ada Jamsostek. Juga data yang kami peroleh, manajemen pernah melecehkan surat Sek-da Bolmong terkait libur na-sional menjelang dan setelah hari raya, Idul Fitri dan Natal. Saat itu, perusahaan tetap mempekerjakan karyawan-karyawannya,” beber Mayulu.
Yang tak kalah rawan juga, lanjut dia, adalah munculnya kecemburuan dari masyara-kat Pinolosian, baik yang be-kerja di perusahaan maupun tidak. Yang bekerja cemburu, karena tidak pernah dipromo-sikan. Bahwa ketika ada jaba-tan lowong, bukannya karya-wan senior yang diangkat, tetapi didatangkan dari luar.
“Sedangkan masyarakat yang bukan karyawan peru-sahaan, kini terus memper-tanyakan program pemberda-yaan masyarakat sebagaima-na disepakati perusahaan bersama pemkab. Sebab sam-pai sekarang program itu tak pernah jalan, tak pernah ada bantuan perusahaan kepada masyarakat di beberapa desa sekitar lokasi usaha mereka,” gerutu Mayulu lagi, sembari menyampaikan kekhawatiran bahwa kecemburuan sosial itu bisa berakibat konflik horizontal di Pinolosian.(tus)
|
|