HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

28 Februari 2008

Duo Putri Proklamator Diusung Duet di Pilpres


Satu tahun menjelang Pemilu 2009, se-jumlah tokoh telah didaulat partainya untuk menjadi calon presiden. Megawati, salah satunya. PDIP telah memutuskan nama Me-gawati jauh-jauh hari. Kira-kira siapa pa-sangan Megawati nanti? Masih terlalu dini. Namun, ada suara minor dari sebagian politisi yang ingin menduetkan Megawati-Meuthia Hatta. 
Pasangan Srikandi? Bukan hal yang mus-tahil. Keinginan menduetkan dua perempuan yang berpengalaman di pemerintahan ini bukan tanpa alasan. Keduanya diduetkan untuk meneruskan kepemim-pinan Dwi Tunggal Soekarno-Hatta. Sejarah Indonesia mencatat kememimpinan Soekarno-Hatta merupakan duet yang paling kompak dan berpengaruh, meski akhirnya pasangan ini bercerai karena perbedaan prinsip dan sikap politik. 
Tak ada pasangan presiden-wakil presiden yang disebut sebagai Dwi Tunggal, selain Soekarno-Hatta. Mega-Meu-thia dianggap cocok untuk meneruskan kepemimpin duet proklamator itu untuk melanjutkan kepemimpinan negara ini. Mega adalah putri Bung Karno, sementara Meu-thia Hatta adalah putri Bung Hatta. Gen-gen kepemimpin-an ayah mereka, sedikit ba-nyak terwarisi oleh Mega dan Meuthia. 
Apalagi, dari sisi politik, ke-duanya adalah pemimpin par-tai politik. Megawati telah cu-kup lama menjadi Ketua Umum DPP PDIP, partai ranking kedua setelah Gol-kar. Sementara Meuthia Hat-ta yang saat ini masih men-jabat Menteri Pemberdayaan Perempuan di Kabinet SBY semakin eksis di dunia politik setelah dipilih menjadi Ketua Umum Partai Keadilan Persa-tuan (PKP).
Memang isu menduetkan Megawati-Meuthia masih se-batas wacana. Informasi yang didapatkan, baik PDIP dan PKP belum melakukan pende-katan. Sebab, mereka me-mang belum mengetahui se-berapa besar peluang duet ini menjadi tuntutan masyara-kat. Namun, sebagian politisi menilai, duet ini cocok. 
“Bagus sekali itu kalau ter-jual,” cetus Amien Rais meni-lai diet Mega-Meuthia. “Asal kreatif, turun langsung ke rakyat dan bisa menyenang-kan hati rakyat akan bisa,” imbuh pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
Namun, tentu saja, rakyat yang akan menentukan pili-han. Sehingga, masalah Me-gawati yang merupakan Ke-tua Umum PDIP itu berduet dengan siapa saja, haruslah diuji dalam pilpres. “Tapi saya kira, duet apa pun A sama Z atau A sama C, toh akhirnya rakyat sendiri yang memilih,” kata Guru Besar Ilmu Politik di Universitas Gadjah Mada itu.
Pihak PDIP sendiri menga-kui, usulan Mega-Meuthia su-dah pernah diusulkan.
“Sekarang yang saya tahu, DPP PDIP banyak menerima masukan dan usulan cawa-pres Ibu Mega. Salah satunya usulan Bu Mega dipasangkan dengan Meuthia,” kata Ketua DPP PDIP Tjahjo Kumolo yang dilansir detik.com, kemarin. Menurut pria yang juga Ketua F-PDIP DPR ini, PDIP akan memilih pendamping Mega yang mampu menarik duku-ngan di luar suara PDIP. Ka-rena itu cawapres Mega diha-rapkan layak jual di kalangan kelompok agama, TNI dan kaum profesional lainnya.
“Prinsipnya, secara umum PDIP ingin pendamping Ibu nantinya punya prinsip per-juangan yang sama selain pertimbangan bersih dan laku dijual di luar pendukung PDIP. Diharapkan akhir ta-hun ini sudah mengerucut,” terang Tjahjo.
Meski telah banyak meneri-ma masukan bakal cawapres yang cocok dari berbagai pi-hak, namun informasi terse-but belum disampaikan pada Megawati. Langkah ini dimak-sudkan untuk tidak meng-ganggu konsentrasi Mega da-lam mempersiapkan diri me-rebut RI-1. 
“Meski kami banyak mene-rima usulan tertulis, SMS dan langsung. (Calonnya) Ada tokoh TNI aktif, purnawira-wan, tokoh wanita seperti Amelia Yani, Meuthia Hatta, dari cendekiawan dan parpol, kami belum sampaikan ke Ibu. Karena masih diproses,” pungkas Tjahjo.(dtc/*)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin