|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
28 Februari 2008
|
|
Mandek, Upaya Damai Israel-Palestina
|
Peta jalan menuju tercapai-nya kesepakatan damai Is-rael-Palestina yang diusulkan Presiden AS George W Bush, dinilai tidak mengalami kema-juan. Penilaian tersebut di-sampaikan oleh dua utusan tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni Utusan Perdamaian Timur Tengah PBB Robert Serry dan Kepala Misi Kemanusiaan PBB John Holmes, Selasa (26/02) lalu.
Dua pejabat tersebut juga memperingatkan, kondisi ke-hidupan yang menyedihkan di Jalur Gaza dan Tepi Barat da-pat menggagalkan terealisasi-nya solusi kedua negara. “Di-perlukan berbagai pembicara-an agar kemajuan nyata atas isu-isu inti dapat diperoleh tanpa ada perkecualian,” kata Serry, saat memberikan pen-jelasan tentang kemajuan Peta Jalan untuk perdamaian Timur Tengah di depan De-wan Keamanan PBB, bersa-ma-sama Holmes.
“Dari apa yang saya sak-sikan dalam beberapa kun-jungan lapangan, termasuk ke Tepi Barat, Gaza dan selatan Israel, rakyat kurang begitu yakin proses politik masih terus berjalan. Proses Annapolis dapat diperta-hankan hanya apabila ada perubahan-perubahan nyata di lapangan,” kata Serry.
Serry menuturkan, ada keti-daksinkronan yang semakin meningkat antara apa yang terjadi di lapangan dengan apa yang muncul dalam pe-rundingan-perundingan.
Holmes, yang berkunjung ke Israel dan Palestina selama lima hari pada pertengahan Februari, juga menyebutkan kehidupan rakyat di Gaza berada dalam kondisi yang suram, menyedihkan dan jauh dari kehidupan normal, sejak wilayah itu diambil alih Hamas Juni 2007.
Holmes mengatakan, seba-nyak 80 persen penduduk Ga-za kini bergantung pada ban-tuan pangan internasional. Diungkapkan, kini semakin banyak anak di Gaza yang ter-kena anemia, diare serta ber-bagai penyakit lain. Keterse-diaan air bersih dan pasokan listrik juga merosot drastis. Situasi semakin diperparah dengan ketersediaan lapa-ngan pekerjaan, pendidikan dan sistem perawatan keseha-tan yang kian memburuk.
Holmes dan Serry sama-sa-ma sepakat bahwa buruknya situasi di Gaza akan semakin memperkuat cengkraman kelompok-kelompok militan di Gaza. Di forum yang sama, pemantau Palestina di PBB, Riyad Mansour mengatakan, proses perdamaian Israel-Palestina hanya mencapai kemajuan yang tidak sebe-rapa besar. Ia menantang semua pihak yang terlibat, baik AS, Uni Eropa, maupun kekuatan-kekuatan lain di dunia, serta Dewan Ke-amanan PBB untuk mening-katkan upaya-upaya mereka bagi tercapainya perdamaian Israel-Palestina.
Sementara, Dubes Israel untuk PBB, Dan Gillerman membantah anggapan bahwa Israel melanggar hukum in-ternasional dan menghalangi perdamaian Israel-Palestina. “Tujuan kami satu-satunya adalah mengamankan kesela-matan dan jiwa warga Israel. Satu-satunya keinginan kami adalah segera mengakhiri kepemimpinan teror di Gaza,” kata Gillerman. Dari Tepi Ba-rat dilaporkan, Kepala Otori-tas Energi Palestina Omar Qattaneh mengatakan, peme-rintah Palestina telah menda-patkan kepastian bantuan pembiayaan dari Islamic De-velopment Bank pembangu-nan Islam di Arab Saudi un-tuk proyek senilai US$ 32 juta guna mendistribusikan listrik sebesar lebih dari 250 Mega-watt, yang sebagian besar un-tuk mencukupi kebutuhan Gaza.(spc/*)
|
|