HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Kota Manado dan Sekitarnya

28 Februari 2008

Lintas Berita Kota


Warga Diimbau Masukan Formulir F1 01
Sekretaris Kota (Sekkot) Manado Ir GSV Lumentut MM MSi mengimbau agar warga Manado dapat memasukan formulir F1 01 ke lurah mau-pun camat masing-masing pa-ling lambat Jumat (29/02) besok. 
Kepada wartawan, Rabu (26/02) kemarin Lumentut me-nyatakan 1 Maret ini Pemerin-tah Kota (Pemkot) Manado sudah harus mengirimkan ha-
sil pemutakhiran data kepen-dudukan tersebut ke pusat.
Lumentut yang Ketua Tim Pemutakhiran Data Kependu-dukan Manado menyatakan, dalam pengisiannya juga war-ga diingatkan untuk memberi-kan data yang valid. “Karena ini juga akan digunakan seba-gai data awal pemilih untuk pemilihan umum 2009. Jadi memang warga akan rugi jika datanya tidak termasuk di si-tu,” jelasnya lagi. Data ini juga akan dijadikan dasar pener-bitan Nomor Induk Kependu-dukan (NIK) dan sistem infor-masi kependudukan.(gra) 

Sangian: Seluruh Keluarga Ikut KB
Kepala Badan Koordinasi Ke-luarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut, Dra Mieke S Sangian MSi menyatakan pro-gram Keluarga Berencana (KB) diarahkan untuk semua ang-gota keluarga dan bukan ha-nya terbatas pada Pasangan Usia Subur (PUS). Dimana ka-tanya, cakupan KB sendiri sa-ngat luas dan bukan hanya terbatas pada penggunaan alat kontrasepsi saja. Seluruh Keluarga Ikut KB itu sendiri saat ini sudah menjadi visi BKKBN untuk menuju Sasar-an Pembangunan Milenium.
Hal tersebut disampaikan-nya saat membuka kegiatan Workshop Kelangsungan Hidup Ibu Bayi dan Anak yang digelar atas kerjasama BKKBN dan Tim Penggerak PKK Sulut, Rabu (26/02) kemarin. Lanjut menurutnya, KB itu sebenar-nya dimulai dari perencanaan hinga pengaturan hidup ke-luarga sehingga ekonomi ter-masuk pendidikan dan kese-hatan juga meningkat taraf-nya. “Saat ini saya minta ke-mitraan BKKBN dengan LSM, oraganisasi profesi, PKK mau-pun dinas kesehatan perlu te-rus ditingkatkan sehingga keluarga dapat sejahtera dan kami sangat terbuka untuk itu,” tegasnya.
Dalam kaitan itu pengurus TP-PKK Sulut Prof dr Ny Wa-woruntu menyatakan PKK se-bagai salah satu organisasi strategis perlu juga mengupa-yakan adanya peningkatan ge-rakan seluruh unsur masyara-kat untuk mengatasi persoal-an yang menyebabkan kemati-an ibu dan anak. Memang ber-dasarkan data angka kemati-an ibu dan anak di Sulut re-latif rendah dibanding daerah lain karena dapat diatasinya keterlambatan mengambil keputusan, sampai ke tempat pelayanan maupun mendapat pertolongan medis. 
Secara terpisah Bagian Hu-mas Drs Servie Lembong di-dampingi Kepala Seksi Pe-nanggulangan Masalah Re-produksi BKKBN Sulut dr Roy Monintja selaku penanggung jawab kegiatan menyatakan kegiatan kerjasama dalam rangkaian Hari Kesatuan Ge-rak PKK ini hendak memberi-kan pemahaman dan mening-katkan pengetahuan sikap dan perilaku keluarga dan ma-syarakat untuk kelangsungan hidup ibu bayi dan anak.(gra) 

Perlu Penataan Kendaraan di Kampung Cina
Ruas jalan di Kampung Cina hingga ke Jalan Lem-bong perlu dilakukan penata-an. Pasalnya kesemrawutan yang juga membawa terjadi-nya kemacetan kendaraan, sering kali terjadi di ruas jalan tersebut.
Pantauan harian ini, Rabu (27/02) kemarin di ruas jalan kampung Cina, tak sedikit kendaraan diparkir tidak ber-aturan karena hampir mema-kan badan jalan sehingga da-pat memicu terjadinya kema-
cetan. Hal sama juga terjadi di ruas jalan Lembong yang akan menuju ke arah pelabuhan Manado. 
Bahkan akibat tidak teratur-nya kendaraan-kendaraan yang masuk di wilayah terse-but membuat bundaran perti-gaan di titik pertemuan dua ja-lan tersebut, sering terjadi ke-macetan kendaraan. 
Kemacetan yang terjadi di titik tersebut juga diakibatkan karena seringnya kendaraan- yang akan masuk ke jalan Lembong menjadikan wilayah tersebut sebagai terminal. “Bagimana sopir-sopir so jadi tampa se turung dengan naik penumpang, so itu lengkali ja-ga terjadi macet,” ujar sejum-lah warga yang ada di lokasi tersebut. 
Menariknya, meski ada pe-tugas lalu-lintas yang ditem-patkan di tempat tersebut, namun tak bisa bebuat apa-apa. Hal ini, tentunya perlu diperhatikan, mengingat ruas jalan ini merupakan jalan protokol Kota Manado yang seharusnya ditata dengan baik.(tr-02)

Warga Politeknik Keluhkan Jalan
Warga Politeknik menge-luhkan infrastruktur jalan yang ada di daerah mereka. Pasal-nya, sudah bertahun-tahun warga yang mendiami wilayah tersebut menikmati fasilitas ja-lan yang rusak parah. “So ber-tahun-tahun ini jalan belum ada perbaikan. Akibat jalan banyak lobang torang pe ak-tifitas terganggu,” ujar Dani di-amini sejumlah bapak yang ada di perumahan Poligriya. 
Padahal menurut mereka ruas jalan tersebut merupa-kan akses jalan yang banyak di lalui warga dengan berba-
gai aktivitas. Apalagi ruas jalan Politiknik ini merupakan jalan lingkar alternatif yang meng-hubungkan antara wilayah Kairagi dan daerah Kecamatan Tuminting. Keluhan senada juga diungkapkan oleh kala-ngan sopir mikro yang setiap hari melewati rute jalan terse-but. “Memang torang butuh perbaikan jalan ini, karena jalan rusak torang pe omset sedikit menurun,” ujar seorang sopir. 
Sementara itu terpantau ha-rian ini, tak sedikit lubang me-nganga dengan ukuran berdia-meter besar. Bahkan yang ter-parah kerusakannya berada di ruas jalan yang ada di depan tempat perkuliahan Politeknik Negeri Manado.(tr-02) 

Terkait mutasi silang
Sopir Winangun-Pusat Kota Duduki Dishub
Puluhan sopir kendaraan angkutan Kota trayek Wina-ngun-Pusat Kota 45, Rabu (28/02) kemarin menduduki Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Manado. Inti-nya, mereka mempertanyakan beroperasinya kendaraan trayek Wanea-Samrat di jalur Winangun.
Sejumlah sopir mengeluh karena penambahan kenda-raan tersebut tanpa pemberi-tahuan dan merugikan jalur mereka. “Ini kendaraan lebe hari bukanya takurang mar lebe tatambah. Seharusnya kalo ada penambahan kenda-raan ketua basis harus me-ngetahui, jangan asal-asal maso,” ujar sejumlah sopir. 
Sementara itu Hanny Wawo-runtu Kasubdin Perhubu-ngan Darat Dishub Manado ketika menerima kunjungan para sopir tersebut mengata-kan, hal tersebut hanya me-rupakan masalah mutasi si-lang kendaraan. “Itu hanya mutasi silang, karena ada satu angkutan dari Winangun yang kosong, jadi trayek Wanea-Samrat yang isi. Dan yang melakukan tanda-ta-ngan untuk kesepakatan izin beroperasi dilakukan lang-sung oleh ketua basis Wina-ngun,” ujarnya.(tr-02) 

Terminal Karombasan Belum Siap Sambut Adipura
Kesiapan Pemkot Manado untuk meraih kembali piala Adipura nampaknya belum seluruhnya rampung. Salah satunya soal genangan salur-an air yang ada di terminal Ka-rombasan yang menjadi bukti bukti sulitnya Kota Manado meraih image kota terbersih. 
Tak sedikit warga mengeluh-kan genangan air di terminal tersebut. Umumnya keluhan ini datang dari warga yang se-tiap hari beraktivitas di lokasi terminal. “Kita tau selokan ini memang nda perna bersih. Lia jo ini air riki berubah warna, soalnya so baku tamba deng sampah-sampah,” keluh Ibu Femmy warga Tondano. 
Terpantau harian ini (27/02), genangan air tersebut ber-ada di sepanjang selokan ter-minal. Bahkan bila genangan air tersebut terus di biarkan dapat memicu datangnya ber-bagai penyakit. “Lama-lama tu orang-orang yang ada di termi-nal somo kana panyakit, soal-nya so tergenang bagitu, sa-rang nyamuk malaria pe tam-pa no tu babagini,” ujar se-orang warga lainnya. 
Hal ini tentunya sangat me-miriskan, pasalnya terminal Karombasan tersebut meru-pakan salah satu obyek pen-ting dalam penilaian piala Adi-pura. Ini perlu adanya tindak-an dari dinas yang terkiat me-nyangkut masalah di terminal Karombasan tersebut.(tr-02)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin