|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Kota Manado dan Sekitarnya
|
28 Februari 2008
|
Warga Diimbau Masukan Formulir F1 01
Sekretaris Kota (Sekkot) Manado Ir GSV Lumentut MM MSi mengimbau agar warga Manado dapat memasukan formulir F1 01 ke lurah mau-pun camat masing-masing pa-ling lambat Jumat (29/02) besok.
Kepada wartawan, Rabu (26/02) kemarin Lumentut me-nyatakan 1 Maret ini Pemerin-tah Kota (Pemkot) Manado sudah harus mengirimkan ha-
sil pemutakhiran data kepen-dudukan tersebut ke pusat.
Lumentut yang Ketua Tim Pemutakhiran Data Kependu-dukan Manado menyatakan, dalam pengisiannya juga war-ga diingatkan untuk memberi-kan data yang valid. “Karena ini juga akan digunakan seba-gai data awal pemilih untuk pemilihan umum 2009. Jadi memang warga akan rugi jika datanya tidak termasuk di si-tu,” jelasnya lagi. Data ini juga akan dijadikan dasar pener-bitan Nomor Induk Kependu-dukan (NIK) dan sistem infor-masi kependudukan.(gra)
Sangian: Seluruh Keluarga Ikut KB
Kepala Badan Koordinasi Ke-luarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut, Dra Mieke S Sangian MSi menyatakan pro-gram Keluarga Berencana (KB) diarahkan untuk semua ang-gota keluarga dan bukan ha-nya terbatas pada Pasangan Usia Subur (PUS). Dimana ka-tanya, cakupan KB sendiri sa-ngat luas dan bukan hanya terbatas pada penggunaan alat kontrasepsi saja. Seluruh Keluarga Ikut KB itu sendiri saat ini sudah menjadi visi BKKBN untuk menuju Sasar-an Pembangunan Milenium.
Hal tersebut disampaikan-nya saat membuka kegiatan Workshop Kelangsungan Hidup Ibu Bayi dan Anak yang digelar atas kerjasama BKKBN dan Tim Penggerak PKK Sulut, Rabu (26/02) kemarin. Lanjut menurutnya, KB itu sebenar-nya dimulai dari perencanaan hinga pengaturan hidup ke-luarga sehingga ekonomi ter-masuk pendidikan dan kese-hatan juga meningkat taraf-nya. “Saat ini saya minta ke-mitraan BKKBN dengan LSM, oraganisasi profesi, PKK mau-pun dinas kesehatan perlu te-rus ditingkatkan sehingga keluarga dapat sejahtera dan kami sangat terbuka untuk itu,” tegasnya.
Dalam kaitan itu pengurus TP-PKK Sulut Prof dr Ny Wa-woruntu menyatakan PKK se-bagai salah satu organisasi strategis perlu juga mengupa-yakan adanya peningkatan ge-rakan seluruh unsur masyara-kat untuk mengatasi persoal-an yang menyebabkan kemati-an ibu dan anak. Memang ber-dasarkan data angka kemati-an ibu dan anak di Sulut re-latif rendah dibanding daerah lain karena dapat diatasinya keterlambatan mengambil keputusan, sampai ke tempat pelayanan maupun mendapat pertolongan medis.
Secara terpisah Bagian Hu-mas Drs Servie Lembong di-dampingi Kepala Seksi Pe-nanggulangan Masalah Re-produksi BKKBN Sulut dr Roy Monintja selaku penanggung jawab kegiatan menyatakan kegiatan kerjasama dalam rangkaian Hari Kesatuan Ge-rak PKK ini hendak memberi-kan pemahaman dan mening-katkan pengetahuan sikap dan perilaku keluarga dan ma-syarakat untuk kelangsungan hidup ibu bayi dan anak.(gra)
Perlu Penataan Kendaraan di Kampung Cina
Ruas jalan di Kampung Cina hingga ke Jalan Lem-bong perlu dilakukan penata-an. Pasalnya kesemrawutan yang juga membawa terjadi-nya kemacetan kendaraan, sering kali terjadi di ruas jalan tersebut.
Pantauan harian ini, Rabu (27/02) kemarin di ruas jalan kampung Cina, tak sedikit kendaraan diparkir tidak ber-aturan karena hampir mema-kan badan jalan sehingga da-pat memicu terjadinya kema-
cetan. Hal sama juga terjadi di ruas jalan Lembong yang akan menuju ke arah pelabuhan Manado.
Bahkan akibat tidak teratur-nya kendaraan-kendaraan yang masuk di wilayah terse-but membuat bundaran perti-gaan di titik pertemuan dua ja-lan tersebut, sering terjadi ke-macetan kendaraan.
Kemacetan yang terjadi di titik tersebut juga diakibatkan karena seringnya kendaraan- yang akan masuk ke jalan Lembong menjadikan wilayah tersebut sebagai terminal. “Bagimana sopir-sopir so jadi tampa se turung dengan naik penumpang, so itu lengkali ja-ga terjadi macet,” ujar sejum-lah warga yang ada di lokasi tersebut.
Menariknya, meski ada pe-tugas lalu-lintas yang ditem-patkan di tempat tersebut, namun tak bisa bebuat apa-apa. Hal ini, tentunya perlu diperhatikan, mengingat ruas jalan ini merupakan jalan protokol Kota Manado yang seharusnya ditata dengan baik.(tr-02)
Warga Politeknik Keluhkan Jalan
Warga Politeknik menge-luhkan infrastruktur jalan yang ada di daerah mereka. Pasal-nya, sudah bertahun-tahun warga yang mendiami wilayah tersebut menikmati fasilitas ja-lan yang rusak parah. “So ber-tahun-tahun ini jalan belum ada perbaikan. Akibat jalan banyak lobang torang pe ak-tifitas terganggu,” ujar Dani di-amini sejumlah bapak yang ada di perumahan Poligriya.
Padahal menurut mereka ruas jalan tersebut merupa-kan akses jalan yang banyak di lalui warga dengan berba-
gai aktivitas. Apalagi ruas jalan Politiknik ini merupakan jalan lingkar alternatif yang meng-hubungkan antara wilayah Kairagi dan daerah Kecamatan Tuminting. Keluhan senada juga diungkapkan oleh kala-ngan sopir mikro yang setiap hari melewati rute jalan terse-but. “Memang torang butuh perbaikan jalan ini, karena jalan rusak torang pe omset sedikit menurun,” ujar seorang sopir.
Sementara itu terpantau ha-rian ini, tak sedikit lubang me-nganga dengan ukuran berdia-meter besar. Bahkan yang ter-parah kerusakannya berada di ruas jalan yang ada di depan tempat perkuliahan Politeknik Negeri Manado.(tr-02)
Terkait mutasi silang
Sopir Winangun-Pusat Kota Duduki Dishub
Puluhan sopir kendaraan angkutan Kota trayek Wina-ngun-Pusat Kota 45, Rabu (28/02) kemarin menduduki Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Manado. Inti-nya, mereka mempertanyakan beroperasinya kendaraan trayek Wanea-Samrat di jalur Winangun.
Sejumlah sopir mengeluh karena penambahan kenda-raan tersebut tanpa pemberi-tahuan dan merugikan jalur mereka. “Ini kendaraan lebe hari bukanya takurang mar lebe tatambah. Seharusnya kalo ada penambahan kenda-raan ketua basis harus me-ngetahui, jangan asal-asal maso,” ujar sejumlah sopir.
Sementara itu Hanny Wawo-runtu Kasubdin Perhubu-ngan Darat Dishub Manado ketika menerima kunjungan para sopir tersebut mengata-kan, hal tersebut hanya me-rupakan masalah mutasi si-lang kendaraan. “Itu hanya mutasi silang, karena ada satu angkutan dari Winangun yang kosong, jadi trayek Wanea-Samrat yang isi. Dan yang melakukan tanda-ta-ngan untuk kesepakatan izin beroperasi dilakukan lang-sung oleh ketua basis Wina-ngun,” ujarnya.(tr-02)
Terminal Karombasan Belum Siap Sambut Adipura
Kesiapan Pemkot Manado untuk meraih kembali piala Adipura nampaknya belum seluruhnya rampung. Salah satunya soal genangan salur-an air yang ada di terminal Ka-rombasan yang menjadi bukti bukti sulitnya Kota Manado meraih image kota terbersih.
Tak sedikit warga mengeluh-kan genangan air di terminal tersebut. Umumnya keluhan ini datang dari warga yang se-tiap hari beraktivitas di lokasi terminal. “Kita tau selokan ini memang nda perna bersih. Lia jo ini air riki berubah warna, soalnya so baku tamba deng sampah-sampah,” keluh Ibu Femmy warga Tondano.
Terpantau harian ini (27/02), genangan air tersebut ber-ada di sepanjang selokan ter-minal. Bahkan bila genangan air tersebut terus di biarkan dapat memicu datangnya ber-bagai penyakit. “Lama-lama tu orang-orang yang ada di termi-nal somo kana panyakit, soal-nya so tergenang bagitu, sa-rang nyamuk malaria pe tam-pa no tu babagini,” ujar se-orang warga lainnya.
Hal ini tentunya sangat me-miriskan, pasalnya terminal Karombasan tersebut meru-pakan salah satu obyek pen-ting dalam penilaian piala Adi-pura. Ini perlu adanya tindak-an dari dinas yang terkiat me-nyangkut masalah di terminal Karombasan tersebut.(tr-02)
|
|