|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Mimbar dan Keagamaan |
28 Februari 2008
|
|
Peran Depag dalam FKUB
FKUB Diminta Berperan Dalam Kerukunan Umat Beragama
|
Humas Depag Sulut, Pdt John Tilaar selaku peserta dari Sulut, menjelaskan untuk hari ketiga, workshop di Hotel Mambruk Anyer, Banten Tengerang, Rabu (27/02), me-ngupas peranan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Di mana, FKUB propinsi dan kabupaten/kota, perlu diop-timalkan untuk menjadi satu kekuatan, guna menangkal pengaruh negatif demi terciptanya harmoni yang damai.
“Masa lalu, sekarang dan akan datang. Perjalanan pan-jang negeri yang kita cintai ini diwarnai oleh kabut yang kelam. Namun, oleh karena semangat juang yang tak kenal lelah oleh pendahulu-pendahulu kita, sehingga bangsa kita mampu mele-watinya. Semangat juang yang tinggi tak bisa diragukan lagi. Perjuangan mereka luhur dan mulia membawa ma-syarakat hidup tenteram dan damai,” ujar Tilaar menam-bahkan pondasi yang kuat dan kokoh telah diletakkan. Kini kita sementara mengi-sinya. Akankah semangat yang dulu itu tumbuh kem-bali? Secara jujur diakui se-mangat itu mulai luntur. Semangat kebersamaan mu-lai hilang, yang ada masing-masing berjalan sendiri-sendiri. Potret kelam mewar-nai perjalanan hidup sebagian anak bangsa. Bagaikan be-nang yang kusut. Dan kini akan diurai kembali.
Untuk ini, Departemen Aga-ma selaku pembina umat ber-agama di negeri ini, tidak tinggal diam dan tidak menu-tup mata, belajar dari ber-bagai pengalaman pahit itu, kini bangkit kembali. “Lewat pemberdayaan lembaga-lembaga dan ormas-ormas termasuk FKUB propinsi dan kabupaten/kota dioptimalkan untuk menjadi satu kekuatan me-nangkal penga-ruh yang negatif demi terciptanya harmoni yang damai,” tan-dasnya.
Adapun agenda-agenda di tahun 2008 ini antara lain, dialog lintas agama di Bangka Belitung, temu karya pemuda lintas agama di Papua, dialog tokoh agama di Tentena dan masih banyak program keru-kunan yang akan dilaksanakan oleh Departemen Agama.
Sementara itu, workshop Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), yang di-ikuti 66 peserta dari 33 propinsi yang ada di Indonesia, kepala tata usaha dan para kasubag humas.(aan)
|
|