CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Minahasa Induk

28 Februari 2008

Parahnya kerusakkan tidak diperhatikan pemkab 
Jalan Raya Tompaso Ditanami Pisang
 

 

 IKUTI BERITA LAIN

Lambat, Penerapan PP/41 di Minahasa
Diduga sudah menjamur di boulevard  
Warga Minta PSK Ditertibkan
2008, Minahasa Terancam Tidak Terima CPNS
Lintas Berita Minduk

Belum direalisasikannya perbaikan atas kerusakan ruas jalan di Kecamatan Tompaso, akhirnya berbuntut panjang. Rabu (27/02) kemarin, sejumlah warga Tompaso melakukan aksi demo. Caranya, sejumlah lubang di ruas jalan tersebut ditanami Pohon Pisang. 

Dalam pantauan Komentar, Rabu (27/02) kemarin, ada dua lokasi jalan yang ditanami pisang. Lokasi itu di Desa Kamanga dan di depan Pasar Tompaso. Komentar pun sempat mengambil gambar aksi penanaman tersebut. “Kami lakukan ini untuk meminta perhatian pemerintah, yang selama ini tidak peduli dengan semakin parahnya kerusakan jalan di Tompaso,” ujar Stenly Kumendong di saat menanam pisang di jalan berlobang.
Ia mengatakan, Hukum Tua Kamanga Deitje Suoth bersama hukum tua se-Tompaso juga mendukung aksi mereka. “Kami melakukan ini atas nama masyarakat dan pemerintahan desa se kecamatan Tompaso,” tuturnya lagi.
Selain aksi tanam pisang, warga juga sempat menggelar poster bertuliskan uneg-uneg mereka. Seperti halnya kalimat ‘Bos, Mana Janjimu !’. Menurut sejumlah warga Tompaso, selama Pemprop Sulut selaku penanggung jawab ruas jalan provinsi, belum memperbaiki kerusakan ruas jalan penghubung Kawangkoan-Langowan tersebut, aksi demo tanam pisang ini akan terus mereka lakukan setiap minggunya. 
Sebuah sumber juga menyebutkan, kemungkinan proyek pembangunan jalan antara Kawangkoan-Tompaso-Langowan, sebetulnya sudah ada sebelumnya. Namun mungkin telah dialihkan, sama seperti kasus jalan Walewangko-Noongan di Langowan Barat beberapa waktu lalu.
Kepala Bagian Humas Pempro Sulut Dra Feibe Rondonuwu yang juga mantan Camat Tompaso, ketika dikonfirmasi mengungkapkan, pihaknya memang sudah mengetahui kondisi jalan di sana. Dan hal itu ia sudah pernah sampaikan kepada Kadis Praskim Sulut Ricky Toemanduk. 
“Pak Kadis mengatakan akan memperhatikannya. Dan nanti saya akan hubungi kembali Pak Kadis Praskim untuk memberi tahu tentang aksi tanam pisang tersebut,” ujarnya singkat.
Pada bagian lain, salah satu pendiri Yayasan Pemuda Tontemboan, Refly Kalangie, menyatakan bahwa aksi yang dilakukan warga Tompaso kemarin, pernah juga terjadi di Langowan, tepatnya di Desa Walewangko Kecamatan Langowan Barat. “Agar demo-demo seperti ini tidak terjadi, kami berharap pemerintah provinsi segera memperbaiki sejumlah fasilitas publik yang rusak, khususnya ruas jalan. Karena jalan adalah salah satu faktor penunjang pembangunan,” ketusnya.
Sekedar diketahui, kerusakan parah di ruas jalan Tompaso, sudah berlangsung cukup lama. Beberapa titik kerusakan antara lain terlihat di kawasan SLA Tompaso, kawasan pemukiman Desa Tompaso II, kompleks pasar tradisional Tompaso di Desa Talikuran, serta beberapa titik di kawasan pemukiman penduduk Desa Kamanga.( jef/dav)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin