|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Selatan |
28 Februari 2008
|
|
Buntut TKD dan KJM belum dibayar
Ribuan Guru di Minsel Ancam Demo Kantor Bupati
|
Emosi para tenaga pendidik atau kaum guru di Kabupaten Minsel sepertinya tak bisa dibendung lagi. Di mana sebagai buntut dari belum dibayarkannya hak kesejahteraan mereka yakni Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) dan Kelebihan Jam Mengajar (KJM) tahun anggaran 2007, kini mereka me-nyatakan siap melakukan demo damai di kantor Bupati Minsel.
Seperti dikatakan Ketua Per-satuan Peduli Guru (PPG) Min-sel, Erwin Lonteng SPd kepada sejumlah wartawan Rabu (27/02) kemarin, latar belakang da-ri rencana tersebut murni hanya untuk mempertanyakan sekali-gus mendesak Pemkab Minsel untuk segera merealisasikan hak mereka tersebut. “Rencana aksi demo damai ini, kami akan dibantu sepenuhnya rekan-re-kan yang tergabung dalam AGIS (Aliansi Guru Indonesia Sulut) Kabupaten Minsel. Kedatangan kami yang pasti untuk menun-tut janji dan pertanggungjawab-an pihak Pemkab Minsel dalam hal ini bagian pengelola keuang-an, serta pihak Diknas Minsel sendiri terkait tunjangan-tun-jangan kami yang belum direa-lisasikan hingga saat ini,” jelas Lonteng sembari berharap ki-ranya dari rencana aksi tersebut tuntutan mereka bisa direspons Pemkab Minsel, dan bukan se-baliknya ditahan-tahan tanpa alasan jelas.
Soal kapan waktu pelaksana-an aksi demo damai tersebut, Lonteng yang diketahui guru di SMA I Amurang ini enggan me-mastikannya. Ukurannya, kata dia, dalam sepekan ini. Pihak-nya masih akan melihat reali-sasi di lapangan, apakah ada kepedulian Pemkab Minsel atau tidak. “Rencana demo damai sudah dimatangkan tinggal pe-laksanaan di lapangan saja. Se-bab prinsipnya rekan-rekan gu-ru sudah mulai hilang kesabar-an, meski konsekuensi negatif-nya nantinya akan berpenga-ruh pada kinerja dan pelayan-an di dunia pendidikan di Min-sel,” jelas Lonteng.
Sementara itu, Kadis Pendi-dikan Minsel, John Lamia SPd ketika dikonfirmasi terkait ke-luhan ini hanya bisa mengung-kapkan rasa prihatinya. “Bila proses administrasi pengurus-an tunjangan tuntas di Propinsi Sulut, pasti semuanya akan di-realisasikan. Kami imbau re-kan-rekan guru lebih bersabar lagi,” kata Lamia.(pen)
|
|