|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Politik dan Pemerintahan
|
28 Februari 2008
|
|
Investor Australia Bidik Budidaya Tanaman Jarak
|
Investor dari negara Austra-lia, menyatakan minatnya untuk menanamkan investasi di Sulut, khususnya untuk ta-naman jarak pagar. Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Sulut, Ir Rene Hosang meng-ungkapkan, untuk rencana in-vestasi ini, investor Australia tersebut membutuhkan lahan dengan luas 20 ribu hektare. “Ini merupakan kebanggaan sekaligus tantangan bagi kita, apakah mampu menjawab pe-luang ini, sebab lahan yang harus disediakan sangat luas,” ujarnya.
Ia mengatakan, bentuk in-vestasi yang sempat dibahas adalah investor tersebut me-lakukan budidaya sendiri ta-naman jarak pagar di lahan seluas 20 ribu hektare itu. Ken-dati begitu, paparnya, bisa saja ada kemungkinan inves-tasi model lain, yakni warga saja yang melakukan budida-ya tanaman jarak pagar, se-mentara investor melakukan pembelian.
“Untuk yang model ini, akan kita syaratkan supaya mereka (investor, red) membangun pabrik di lokasi tersebut, su-paya tanaman jarak pagar yang dibudidayakan masyara-kat, jelas pemasarannya. La-gipula, kalau sudah memba-ngun pabrik, mereka tak mung-kin lari lagi karena takut da-nanya tak kembali,” terangnya.
Ia menambahkan, kepasti-an model investasi akan dibi-carakan lebih lanjut lagi de-ngan pihak investor. “Seka-rang kita mencari lahan dulu. Kita berencana di daerah pe-sisir Minahasa Utara hingga bahkan Minahasa Tenggara, tetapi kita lihat dulu. Yang pasti, investor tinggal me-nunggu jawaban kita,” pung-kas
Hosang.(ftj
|
|