|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Minahasa Tenggara
|
29 Februari 2008
|
|
Lalai, Kinerja PDAM Minsel Dipertanyakan
|
Kelalaian PDAM Minsel mem-bayar listrik ke PLN Ratatotok sebulan terakhir ini mulai disoal. Menurut sejumlah warga, ini menandakan kinerja PDAM Minsel tidak bonafit lagi dan para pejabatnya perlu dipertim-bangkan lagi keberadaannya oleh top eksekutif Pemkab Minsel.
“Kami mempertanyakan kinerja dari Direktur PDAM Minsel, sebab akibat kelalaian PDAM membayar listrik sebulan ini, distribusi air ke rumah-rumah warga di Ratatotok menjadi terganggu,” ungkap Haji Dahlan dan Johny Pitoy, tokoh ma-syarakat setempat.
Menurut beberapa sumber yang enggan dikorankan, per bulannya iuran yang ditarik PDAM dari masyarakat sekitar Rp 10 sampai dengan Rp 15 juta. Namun kenapa tagihan listrik PDAM Minsel yang hanya sekitar Rp 3 jutaan tidak mampu dibayar. “Yang susah kan kami warga di sini,” ketus keduanya.
Menyikapi ini, personel DPRD Mitra, Drs Tavif Watuseke lang-sung angkat suara. Kata dia, jika PDAM Minsel tidak sang-gup lagi mengelolanya, se-baiknya diserahkan saja tang-gungjawabnya ke Yayasan Rakyat Ratatotok. “Jangan kondisi seperti ini dibiarkan, sebab yang disusahkan ma-syarakat. Lihat saja sudah dua hari ini air tidak jalan,” tan-dasnya. Sayangnya, PDAM Minsel belum berhasil dimintai tanggapannya.(dax)
|
|