|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
29 Februari 2008
|
|
Pulang, Thaksin Langsung Ditangkap
|
Mantan Perdana Menteri Thailand yang dilengserkan melalui kudeta militer pada September 2006 silam, Thak-sin Shinawatra, akhirnya pu-lang ke tanah airnya. Setiba kembali di Bangkok, dia lang-sung dibawa menuju ke pe-ngadilan untuk menghadapi tuntutan atas tuduhan korupsi.
Thaksin mendarat di Ban-dara Suvarnabhumi, Bang-kok, Thailand, Kamis (28/02) sekitar pukul 09.38 waktu se-tempat, setelah 17 bulan ting-gal di pengasingan, untuk meng-hindari penangkapan dirinya, atas tuduhan penyalahguna-an kekuasaan selama menja-bat, pada 2001-2006.
Begitu keluar dari bandara internasional Bangkok, Thak-sin mencium tanah, di tengah sorak sorai ribuan pendu-kungnya. Menggunakan se-telan jas hitam, Thaksin ber-jalan keluar dari ruang VIP bandara, dan mengarahkan wajahnya ke lantai, di hada-pan para pendukungnya yang membawa spanduk, bendera dan bunga. Kamis pagi, ribuan orang berkumpul di bandara internasional Bangkok tersebut, untuk menyambut kedatangan Thaksin. Para pendukung Thak-sin yang memadati bandara itu membawa bunga mawar, me-ngibarkan bendera biru dan menyanyikan lagu untuk me-nyambut kepulangannya, se-hingga susasana di bandara tampak seperti karnaval.
Para pendukung Thaksin yang menunggu di luar ruang VIP bandara, mengenakan kaus bergambar Thaksin, sambil memegang spanduk-spanduk bertuliskan, “Kami mencintai-mu”, “Kami merindukanmu”, dan “Selamat datang”. Sebagian mengaku telah berada di ban-dara setidaknya 10 jam, untuk bisa mendapat tempat dekat de-ngan mantan perdana menteri itu. Sesaat setelah menerima penyambutan istimewa dari pendukungnya di bandara, Thaksin langsung menuju pe-ngadilan. Kepala Polisi Imigrasi Bandara, Mayjen Thaweesak Toochinda mengatakan, otoritas Thailand langsung menangkap Thaksin begitu tiba di bandara. Dua perintah penangkapan ter-hadap Thaksin sudah dike-luarkan, sejak dia dikudeta.
Dia menghadapi tuntutan korupsi untuk dua kasus secara terpisah, dan diancam huku-man penjara maksimal 15 ta-hun. Komandan polisi setempat, Letjen Ratchata Yensuang me-nuturkan, Thaksin yang dijem-put istrinya, Pojaman dan dua anak perempuannya, menuju pengadilan untuk mendengar-kan tuduhan korupsi. Thaksin dituduh menggunakan penga-ruhnya untuk mendapatkan perjanjian kontrak properti untuk istrinya, pada 2003.
Sebelumnya, politisi kaya ber-usia 58 tahun itu menegaskan, dia akan langsung menyerah-kan diri begitu tiba di Thailand. Kepada wartawan di Hong Kong, dia juga menyatakan yakin pa-da sistem hukum di Thailand. “Normalnya dalam sistem hu-kum di mana pun, seseorang te-tap dianggap tidak bersalah sampai terbukti bersalah. Saya percaya saya tidak bersalah. Saya tidak melakukan kesala-han apapun, dan saya siap membuktikannya,” katanya. Pengadilan Thailand akhirnya membebaskan Thaksin dengan jaminan. Namun, dia tidak di-izinkan pergi ke luar negeri. Pembebasan itu sama dengan yang dialami istrinya, Pojaman, yang juga dibebaskan semen-tara dengan jaminan, pada Januari lalu. Dia juga mengaku sedikit khawatir tentang ke-amanan dirinya. Di Thailand, Thaksin mengaku akan tinggal di hotel, karena rumahnya te-ngah diperbaiki. Hal itu juga berkaitan dengan pengamanan dirinya.
Kepada wartawan yang me-nyertainya di pesawat, saat perjalanan dari Hong Kong menuju Bangkok, Thaksin me-nilai, tudingan korupsi terha-dapnya, adalah rekayasa mi-liter Thailand untuk mem-benarkan upaya kudeta terha-dapnya. “Tuduhan itu direka-yasa untuk membenarkan ku-deta. Saya bisa membuktikan saya tidak bersalah,” katanya. Sejak dikudeta pada September 2006, Thaksin banyak berada di Inggris, di mana dia membeli klub sepakbola Manchester City. Dua pesepakbola klub mi-liknya itu juga tampak di pe-sawat, untuk ikut mengantar kepulangannya ke Thailand. Sebelum berangkat ke Thailand dari Hong Kong, dia juga me-ngatakan tidak akan kembali berpolitik. “Saya sudah selesai,” ucapnya.(spc/afp/ap)
|
|