HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Minahasa Induk

29 Februari 2008

Lintas Berita Minduk 


Meski Pemasang Dapat Teguran, Spanduk di Leilem Belum Diturunkan 
SONDER-Pemerintah Kecamatan Sonder ternyata telah memberikan teguran terhadap pemasang sejumlah spanduk berlogo Kota Tomohon yang terpasang di ruas jalan di tiga desa Leilem, Kecamatan Sonder. Meski begitu, tiga spanduk tersebut belum juga diturunkan. 
Camat Sonder, Drs Refly Sendow, ketika dikonfirmasi harian ini Kamis (28/02) kemarin membenarkan adanya teguran tersebut. “Ya, teguran sudah beberapa kali dilayangkan. Baik teguran dari pemerintah kecamatan, maupun teguran dari pihak kepolisian. Karena spanduk-spanduk disana tidak punya izin dari kepolisian,” terang Sendow. 
Menurutnya, pihak kecamatan sangat mengharapkan kerjasama yang baik dari masyarakat Leilem, agar sekiranya masyarakat setempat berinisiatif menurunkan spanduk tersebut. Namun apabila pendekatan persuasif ini tidak juga mendapat perhatian, pemerintah kecamatan dan pihak kepolisian akan menurunkan spanduk tersebut secara paksa.(dav)

Aksi Tanam Pisang Bakal Berlanjut  
TOMPASO-Warga Kecamatan Tompaso menebar ancaman bahwa aksi penanaman pohon pada sejumlah ruas jalan berlubang di Kecamatan Tompaso, akan terus belanjut apabila sebelum Pemerintah Provinsi melakukan perbaikan terhadap kerusakan parah di ruas jalan provinsi tersebut. Ancaman ini disampaikan Andria Kolibu ST, warga Desa Kamanga, Kecamatan Tompaso. 
Sebab menurutnya, kerusakan di jalan di wilayah Tompaso sudah sangat-sangat parah. Apalagi kondisi ini sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Kalaupun ada perbaikan, proyek tersebut hanya sebatas perbaikan tambal sulam saja, bukan proyek hot mix permanen. Tak heran kalau jalan tersebut masih saja rusak sampai sekarang. 
“Jadi kami selaku warga disini tidak akan segan-segan melakukan aksi demo serupa, apabila proyek perbaikan ruas jalan Tompaso belum juga direalisasikan pemerintah provinsi. Karena mungkin dengan cara seperti ini pemerintah provinsi bisa membuka mata lebar-lebar,” ujar Ketua Relawan Pejuang Demokrasi (Repdem) Minahasa itu.
Pada bagian lain, sejumlah kalangan pengguna jasa perhubungan darat nampak turut memberi dukungan terhadap aksi demo wrga Tompaso yang berlangsung Rabu (27/02). Seperti kalangan sopir jurusan Langowan-Kawangkoan dan sopir pribadi lainnya. “Yang penting jangan ada aksi anarkis,” ketus Donny R, warga Langowan yang berprofesi sebagai sopir pribadi.(dav)

Kasus Pembongkaran di Diknas Terus Dilidik  
TONDANO-Polres Minahasa terus melakukan penyelidikan intensif terhadap kasus pembongkaran tiga ruangan di Kantor Dinas Pendidikan Nasional (diknas) Minahasa yang terjadi Senin (25/02) malam lalu. Hal ini disampaikan Kapolres Minahasa, AKBP Drs A Kliment Dwikorjanto MSi.
Menurutnya, penyelidikan akan mengacu pada hasil pemeriksaan di TKP, barang bukti, sidik jari, serta keterangan dari sejumlah pihak termasuk penjaga kantor. Namun sejauh ini Polres belum menemukan indikasi yang mengarah pada tersangka.
Meski begitu, Kapolres Dwikorjanto yakin pelakunya bisa diketahui. “Ya, kita harus optimis tersangkanya bisa ditemukan. Dan apabila tersangkanya ditemukan, motif aksi pembongkaran ini bisa kita ketahui,” jelas mantan Lakhar Dirreskrim Polda Sulut itu.
Sekedar diketahui, tiga ruangan yang dibongkar masing-masing ruangan kepegawaian, ruangan keuangan dan ruang Kadis Diknas. Peristiwa itu sendiri diketahui oleh penjaga kantor pada Selasa (26/02) pagi, sewaktu hendak memasang bendera.(dav/tr-01) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin