|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Mimbar dan Keagamaan |
29 Februari 2008
|
|
Tokoh Agama Sesalkan Tawuran
Antar Mahasiswa di Unsrat
|
Tokoh agama Kristiani di Sulut sesalkan tawuran antar mahasiswa yang terjadi di Unsrat khususnya antara Fa-kultas Teknik dengan Fakultas Hukum. Mereka berharap masalah yang ada harus diselesaikan dengan iman dan de-ngan cara yang terdidik bukannya dengan tawuran.
Hal ini diungkapkan Ketua Ba-mag Manado, Pdt Johan Ma-nampiring STh dan Ketua Badan Kerja Sama Antar Umat Beraga-ma (BKSUA) Sulut, Pdt Jefry Saisab, Kamis (28/02). Saisab mengatakan, Unsrat adalah lembaga pendidikan. Untuk itu, semua permasalahan harus diselesaikan dengan jalan damai, duduk satu meja.
“Saya turut menyesalkan aksi saling lempar batu ini. Harus-nya mereka (para mahasiswa-red) bisa menahan emosi ma-sing-masing. Sebab, tidak se-mua persoalan diselesaikan de-ngan menggunakan kekerasan. Sebab, bisa-bisa akan lebih me-nyulut emosi dan amarah. Guna-kan cara pendekatan dan dengan jalan musyawarah,” ujarnya.
Dikatakannya, Sulawesi Utara (Sulut) terkenal dengan keruku-nannya. “Alangkah baiknya kita selalu hidup rukun dan damai. Hindari keributan yang tidak berguna. Dan selesaikan setiap masalah secara iman. Apalagi, persoalan ini menyakut lem-baga pendidikan, tempat para intelektual, calon-calon pemim-pin bangsa,” katanya menam-bahkan, agar persoalan ini tidak melebar, perlu adanya kerjasa-ma yang baik antara para pe-tinggi-petinggi Unsrat, aparat kepolisian, agar kondisi bisa terkendali seperti semula.
“Yang perlu kita waspadai, ja-ngan sampai situasi seperti ini dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, yang sengaja ingin merusak ke-rukunan umat beragama di Sulut,” katanya.
Sementara itu Pdt Johan Ma-nampiring STh mengatakan, mahasiswa hukum dan tehnik, adalah intelektual muda calon pemimpin bangsa ke depan. Karena itulah belajarlah meng-gunakan daya nalar logika un-tuk mengendalikan emosional. “Hati harus dingin sekalipun otak membara. Bila hati mem-bara rasio harus mendingin-kannya. Agar tidak korban sia-sia dari percaturan kepentingan para elit dengan logika kerukun-an, lakukanlah lobi dengan ja-lur-jalur mekanis aturan yang ada,” harapnya.
Dia menyarankan, hindari ja-lur-jalur arogansi dan penca-paian tujuan yang menghalal-kan segala cara. Sebagai orang beriman Alkitab mengajarkan, jangan membalas kejahatan de-ngan kejahatan, balaslah ke-jahatan dengan kebaikan. Doa-kanlah seterumu, jadilah tela-dan dalam kata dan perbuatan. Dalam sifat, sikap dan tinda-kan. Mengucap syukurlah da-lam segala hal. Wujudkan buah-buah Roh Kudus, yaitu, kasih, sukacita, kemurahan, kesetia-an, panjang sabar, kelemah-lembutan, pengendalian diri.
Mazmur 133 mengajarkan, alangkah baik dan indahnya apabila kita hidup rukun dan damai. Ke sanalah berkat Tu-han diperintahkan. Peganglah yang baik. Buanglah yang jahat, hapuskan amarah dan dendam, hidupkan dalam damai sejah-tera. Raihlah berkat dan hindari kutuk dan laknat.(aan)
|
|