|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Opini Redaksi dan Pembaca
|
29 Februari 2008
|
|
Usulan Kota Tontemboan
Lebih Mudah dari Kabupaten Minteng(5)
Oleh: Joy A Sumakul
|
Untuk nama kota kami usul-kan dapat diberi nama Kota Tontemboan yang mana hal ini secara langsung dapat meng-gambarkan atau menjelaskan pada masyarakat di luar dae-rah Sulut atau di luar negeri bahwa di Sulut dengan kebera-gaman suku dan bahasa, ada subetnik masyarakat yang memiliki bahasa dan suku de-ngan nama Tontemboan se-hingga melalui sebutan nama Kota Tontemboan maka masya-rakat di Nusantara dapat me-ngenal bahwa dari etnik Suku Minahasa di Sulawesi ada Sub Etnik Tontemboan hingga me-nyerupai pemberian nama se-perti Suku Toraja, nama Kabu-paten Toraja dengan Bahasa To-raja atau Kabupaten Sagihe de-ngan Bahasa Sangir, dll.
Menurut hemat kami, sesuai istilahnya bila diberi nama Pi-nabetengan hal ini hanya akan memberi gambaran pada letak lokasi yang tepatnya berada di wilayah Tontemboan sebagai tempat berkumpul untuk ber-musyawarah dari semua suku yang ada di tanah Minahasa se-perti: Tontemboan, Tonsea, Tombulu, Tolour, Tonsawang, Ponosokan, dan Bantik; di ma-na dulu kala suku-suku terse-but sepakat berkumpul pada satu lokasi Pinabetengan yang ditentukan sebagai tempat per-temuan untuk berkumpul, ber-musyawarah dan bermufakat terkait keberadaan pembagian suku-suku di Minahasa yang kemudian masing-masing ber-pisah untuk pergi atau kembali dan tinggal menetap sesuai lo-kasi yang didiami oleh beberapa Subetnik Minahasa yang ada saat ini.
Bila hal ini terealisasi, dengan terbentuknya Kota Tontemboan nantinya, maka Kota Tontem-boan tersebut yang dikelilingi oleh wilayah hutan dan per-kebunan yang luas akan menja-dikan Kota Tontemboan nanti-nya akan memiliki suatu ke-unikan atau kelebihan tersendi-ri yang jarang dimiliki oleh be-berapa kota yang ada di Indo-nesia saat ini yaitu merealisasi-kan anjuran Pemerintah di mana setiap kota harus ada hu-tan kota atau ruang terbuka hijau sebagai paru-paru dunia, sehingga nantinya Kota Ton-temboan secara alamiah akan menjadi kota dengan pro-sentase ruang terbuka hijau dan hutan kota yang luas di In-donesia menunjang dan meng-intensifkan program Green Product bagi kelestarian ling-kungan secara global.
Di samping adanya kelebihan berbagai ragam potensi SDA, SDM yang ada di wilayah ter-sebut yang dapat ditingkatkan melalui pengembangan berba-gai sektor atau bidang pemba-ngunan seperti: pertanian, pe-ternakan, pariwisata, perda-gangan, perekonomian, pendi-dikan, kesehatan, sumber daya energi, maka kawasan tersebut dapat menjadi lebih maju de-ngan bertumbuhnya perekono-mian melalui peningkatan ja-lan, seperti pelebaran Jalan Sonder–Maruasei, Jalan Sulu-un Tareran – Sonder – Rambun-an–Sawangan–Pinaras Tomo-hon atau dibukanya jalur Jalan Lingkar dalam kota di Tompa-so– Kawangkoan–Sonder atau melalui pengembangan kerja sama antar wilayah menghu-bungkan labupaten/kota lain-nya untuk mengakselerasi per-cepatan pertumbuhan pemba-ngunan.
Dengan terealisasinya Kota Tontemboan atau Kabupaten Minahasa Tengah ataupun se-baliknya oleh adanya berbagai kekurangan hingga belum da-pat direalisasikan maksud ter-sebut; di mana oleh adanya ra-sa kebersamaan dan rasa per-saudaraan sebagai sesama Tou Minahasa keturunan Toar Lu-mimuut, hal ini dapat menghi-langkan perbedaan atau pole-mik di masyarakat sehingga da-pat menjamin tetap terpelihara-nya rasa persaudaraan di an-tara masyarakat sebagai sesa-ma warga Tou Tontemboan yang sejak dulu sudah terbina secara baik rasa persatuan oleh ada-nya budaya Mapalus untuk bo-leh hidup rukun berdampingan, bergotong royong dengan se-sama saudara dengan adanya moto seperti: Maloor-looran (sa-ling berbuat kebaikan), Masa-ma-samaan (hidup rukun baku bae), Masawa-sawangan, Ma-tombol-tombolan atau saling mendukung, senang melihat orang lain jadi maju.
Akhirnya, dengan berpedo-man pada berbagai peraturan yang ada, kiranya pemerintah daerah setempat bersama ma-syarakat dan para penggagas berdirinya wilayah otonom yang baru tersebut dengan menghar-gai keberagaman sebagai anu-gerah Tuhan, dapat bersinergi, bekerja bersama, saling mendu-kung bagi kemajuan bersama serta secara simultan dapat mengatasi dan menyelesaikan semua masalah yang dihadapi untuk dapat segera mengambil keputusan dengan memilih sa-tu alternatif terbaik dari bebe-rapa alternatif yang ada sehing-ga dapat diwujudkan berdirinya satu kabupaten atau kota di wi-layah Minahasa bagian Tengah tersebut, yang mana diharap-kan kelengkapan persyaratan-nya dapat diterima dan disetu-jui oleh Pemerintah Pusat agar masyarakat setempat boleh makin maju tidak ketinggalan di kemudian hari guna menca-pai cita-cita terwujudnya ma-syarakat Indonesia yang maju dan sejahtera di era persaingan perdagangan bebas secara Glo-bal. Sekian. Pakatuan wo Paka-lowiren.(habis)
Penulis ialah a nggota Rukun Sumonder & Kumawangkoan di Manado.
|
|