|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Bolamania
|
03 Januari 2008
|
RESULT buruk usai akhir musim kompetisi 2007 bagi ‘Badai Biru’, Persma Manado memang sangat memiriskan. Kembali ke pentas divisi utama, namun belum membawa hasil yang maksimal.
Harapan ingin lolos me-nembus zona Liga Super (LS) tahun ini, harus sirna dengan sendirinya, usai peringkat ak-hir Persma bertengger di po-sisi 12 dengan torehan 41 poin, dari 34 laga.
Menghadapi musim ini, Persma pun harus tetap ber-kutat di divisi utama yang bo-leh dikata sebagai divisi yang identik dengan divisi satu, ka-rena satu sisi ditetapkan ada-nya LS tahun ini, maka sudah jelas untuk divisi utama turun strata sama dengan divisi satu.
‘Badai Biru’ pun harus siap-siap menggelar pertandingan dengan tim-tim yang dari di-visi satu yang promosi ke di-visi utama. Keberadaan Pers-ma sepanjang musim kom-petisi lalu, memang sangat jauh dari harapan para pen-dukung setianya, tampil un-tuk pertama kali di pentas bergengsi negeri ini, Persma tak mampu mensejajarkan diri dengan tim-tim lain yang berhasil menembus zona LS.
Musim kompetisi lalu, me-mang banyak hal yang men-jadi kendala dari tim asal kota tinutuan ini, baik segi per-siapan, perekrutan pemain maupun kualitas dari pelatih yang merupakan bagian pen-ting dari kegagalan ‘Badai Biru’ menembus harapan para pendukung setianya.
Menghadapi musim kom-petisi ini, persoalan lain menghadang dimana manaje-men Persma belum juga ada kepastian terkait apakah akan ikut atau tidak, karena hingga sekarang belum ada-nya solusi yang tepat untuk pembiayaan menghadapi mu-sim kompetisi ini.
Namun begitu, nada-nada optimis dari para pencinta se-pakbola daerah ini terus ter-lontar dan sangat yakin bah-wa, para petinggi yang terga-bung dalam korps manajemen ‘Badai Biru’ mampu mencari jalan keluar terbaik buat tim asal Manado ini.
Hanya saya, perlu diingat kalau pun nantinya Persma berlaga lagi di musim kom-petisi ini, persiapan, perekru-tan pemain maupun kualitas dari pelatih haruslah yang be-nar-benar siap dan dilakukan sedini mungkin, jadi jangan sampai kendala musim lalu akan terulang kembali.
Seperti ada pepatah ’Kega-galan merupakan guru yang baik dan sukses yang ter-tunda’. Maka jadilah pe-ngalaman itu sebagai bahan evaluasi agar supaya ‘Badai Biru’ dalam menghadapi mu-sim kompetisi depan benar-benar siap untuk ‘bertarung’ menembus cita-cita para fans. Semoga….!(***)
|
|