|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Kota Bitung dan Sekitarnya
|
03 Januari 2008
|
Pelajari Karakter Tikus
SELAMAT datang tahun shio tikus tanah. Begitu, per-hitungan kalender Cina ketika menginjak di tahun 2008 ini. Karakter tikus dalam perhitu-ngan kalender negeri Tirai Bambu ini dikenal sebagai so-sok yang pandai bergaul, ge-mar bekerja keras, ulet, serta dinamis.
Tahun tikus adalah awal suatu siklus dalam shio yang terdiri dari 12 tahun, sehingga cocok untuk semua permula-an. Tahun di mana kesempa-tan baru muncul terus-mene-rus. Ini saat yang tepat untuk membuat rencana, mengambil inisiatif, memulai proyek baru, dan memulai kehidupan baru.
Tapi ingat, tikus dikenal se-bagai hewan pembawa penya-kit (tipus). Biang ‘penyakit’ malah bisa datang kapan saja jika para pejabat eksekutif maupun legislatif tidak hati-hati. Maklum, shio tikus dimo-tivasi oleh kepentingan diri sendiri, yang sering kali jika berhubungan dengan uang; kerakusan menjadi masalah utama. Mungkin secara kebe-tulan, jika tikus digambarkan sebagai ikon korupsi.Bahaya lainnya, tahun tikus tanah (mungkin) banyak gerakan bawah tanah yang bermuncu-lan. Ini yang harus diwaspadai para pemerintah di Kota Bi-tung. Apalagi tikus juga sangat murah hati terhadap komplo-tannya seperti teman-teman atau keluarga yang sudah membuktikan kesetiannya.
Bila direnungkan secara mendalam, makhluk hidup yang kecil mungil dan cerdik cerdas serta memiliki berbagai macam kelebihan ini ternyata jalan hidupnya seperti uang logam yang memiliki dua sisi berbeda. Tak sedikit yang me-nyayangi, sebaliknya banyak pula yang antipati dan mem-bunuhnya dengan berbagai macam cara, diracun, dipe-rangkap, lalu dipukuli hingga tubuhnya hancur. Malah, bagi warga keturunan Minahasa, tikus hutan (ekor putih), dija-dikan lauk pauk.
Tidaklah mengherankan bi-lamana dia menyimpan den-dam dan menyebarkan berma-cam virus. Sakit hati sang ti-kus menimbulkan dendam ke-sumat berkepanjangan di ma-na pada akhirnya terjadi per-musuhan turun-temurun. Bia-sanya pembalasan itu lebih sadis, dia sanggup membakar rumah, menghancurkan sega-la macam perabotan dari jenis kayu hingga baja, serta meru-sak sawah ladang.
Ilustrasi ini mengisyaratkan agar semua makhluk hidup di tahun 2008 seyogyanya sang-gup mengendalikan diri de-ngan menerapkan kedisipli-nan dalam segala hal. Disiplin itu timbul dari ratio dan naluri yang seimbang, bila indisip-liner maka terjadilah prilaku buruk yang merugikan diri sendiri maupun orang lain
Memang tidak mudah untuk mendisiplinkan diri pribadi dalam segala hal, karena masih ada ego yang mengua-sai ratio dan naluri. Namun ra-sa aman, nyaman, tenteram, dan keberhasilan bisa diper-oleh melalui disiplin dalam segala hal.
Tahun demi tahun berjalan, patah tumbuh silih berganti dengan membawa kenangan manis dan pahit yang tak ter-lupakan juga menjadi sejarah abadi. Apa pun yang telah terjadi di tahun lalu adalah pe-lajaran berharga bagi semua makhluk hidup untuk lebih memahami perihal kelebihan dan kekurangan diri pribadi masing – masing. So, selamat menjalani tahun 2008 yang penuh dengan kerahasiaan.(**)
In memoriam Herman Gandaria
Aktivis Lingkungan Itu Telah Berpulang
SINEMA kehidupan manusia tidak seperti serial drama atau sinetron yang bisa ditebak akhir atau ending dari suatu rangkaian ceri-tanya. Perputaran roda kehidupan terus ber-gulir dan hanyalah Sang Pencipta yang tahu kapan dan di mana kita akan menghadap ke-padaNya.
Herman Gandaria, salah satu tokoh pemuda sekaligus aktivis lingkungan di Kota Bitung yang hampir setiap saat berkoar-koar mengajak masyarakat untuk mengawasi dan melestarikan lingkungan yang ada di Kota Cakalang kini telah berpulang menghadap sang khalik.
Setelah sempat dirawat di RSU Prof Kandou, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaga Alam ini menghembuskan nafas terakhir-nya, pada Selasa (01/01) lalu.
Selanjutnya jenazah Herman Gandaria dise-mayamkan di rumah duka di Kota Bitung.
Kini Herman telah pergi, namun upaya dan kerja kerasnya untuk mempertahankan dan menjaga lingkungan di Kota Bitung tidak akan pernah dilupakan, selamat jalan bung Her-man…(doan)
|
|