|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Ekonomi dan Bisnis
|
03 Januari 2008
|
|
Secara nasional urutan ke sembilan
Inflasi Kota Manado 1,69 Persen
|
Inflasi Kota Manado pada ak-hir tahun 2007 atau pada bulan Desember 2007 naik sebesar 1,69 persen, inflasi masih se-perti biasa, terdongkrak akibat naiknya harga barang dan jasa pada bulan Desember lalu, se-hingga Manado mutlak me-nempati urutan ke sembilan dari 45 kota yang mengalami inflasi secara nasional, se-dangkan tertinggi inflasinya terjadi di Banda Aceh kemu-dian Gorontalo dan Palu, dan terendah Kota Pangkal Pinang sebesar 0,03 persen.
Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Djasa Ba-ngun kepada sejumlah wartawan di kantornya, Rabu (02/01) sore.
Menurut Bangun inflasi sebe-sar 1,69 persen akibat terjadinya kenaikan pada harga barang dan jasa. Jika dibandingkan dengan inflasi bulan yang sama tahun sebelumnya yakni Desember 2006 masih rendah sebesar 1,44 persen dari angka inflasi seka-rang (Desember 2007). Semen-tara IHK kota Manado juga mengalami kenaikan dari 153,32 bulan sebelumnya, menjadi 155,91 (Desember 2007), ke-naikan ini sangat dipengaruhi oleh kenaikan harga pada ke-lompok bahan makanan, tukas Bangun.
Sedangkan Komoditi yang telah memberikan andil terbesar se-hingga inflasi kali ini naik ada pa-da bumbu masakan serta sayur dan ikan,” Bawang merah, tomat dan sayur serta cakalang pe-nyumbang terbesar yakni 3,94 persen,” jelasnya..
Sementara kelompok peru-mahan juga memberikan andil-nya sebesar 0,87 persen, disu-sul kelompok sandang 0,83 per-sen.
Lanjut, bila dibandingkan empat kota lainya di Pulau Su-lawesi, inflasi Kota Manado menempati urutan ke tiga,. Urutan pertama adalah Kota Gorontalo 3,50 persen kemu-dian Kota Palu 3,30 persen dan Makassar 1,50 persen serta Kendari 0,73 persen.(wel)
|
|