|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
03 Januari 2008
|
|
2008, Sulut
Tetap Survive
|
SAAT ini kita telah memasuki lembaran tahun 2008. Bagaimana prospek di tahun tikus ini? Masih serba misteri. Tapi kondisi tahun ini, setidaknya sudah terpancar sejak pengujung tahun 2007 yang baru saja kita lewati.
Naiknya harga minyak du-nia pada level ‘mengkuatir-kan’, dipastikan masih akan mewarnai situasi ekonomi
dunia di awal maupun medio 2008. Jika harga minyak te-rus bergeliat, kita akan benar-benar mengalami persoalan serius. Sebab subsidi yang akan ditanggung APBN nan-tinya akan terus naik.
Sehingga suatu waktu pe-merintah bukan tidak mung-kin mengatakan, ‘’Kita terpak-sa harus menaikkan BBM’’. Pun jika BBM tidak dinaik-kan, kebijakannya diperhalus sebagaimana rencana yang sudah diwacanakan tahun lalu. Apa itu? Yakni pembata-san penggunaan BBM. Pema-kai kendaraan plat hitam harus menggunakan BBM khusus (petramax) yang har-ganya lebih mahal. Sedang-kan bagi kendaraan umum seperti angkutan kota (ang-kot) akan dibatasi pembelian premiumnya 10-15 liter per hari.
‘’Kenaikan harga BBM terse-lubung’’ ini, bukan tidak mungkin akan mendorong ke-naikan jasa transportasi. Ini tentunya akan berefek domi-no terhadap harga bahan-bahan pokok, strategis dan lainnya. Padahal di satu sisi, maraknya bencana alam yang menimpa sejumlah daerah di Indonesia pada tahun 2007 lalu, semakin melemahkan daya beli rakyat.
Begitu juga dengan cuaca yang tak menentu (climate ex-change), akan turut memukul pertanian rakyat di tahun ini. Memang secara sepihak, sejumlah komoditi andalan rakyat Sulut seperti kopra, cengkih dan pala akan naik harganya. Tapi itu tidaklah menolong, karena kebutuhan pokok lainnya yang dibutuh-kan rakyat melonjak harga-nya.
Di satu sisi, sentimen naik-nya gaji PNS sebesar 15 per-sen yang dijanjikan pemerin-tah awal tahun 2008, juga akan turut men-support ke-naikan harga. Seperti peng-alaman sebelumnya, ketika gaji PNS naik, maka harga ba-rang-barang ikut-ikutan dinaikkan kalangan penjual. Bahkan prosentasi kenaikan barang melebihi prosentasi kenaikan gaji PNS.
Untuk bisa survive, peme-rintah daerah (Sulut) harus mampu mendatangkan in-come. Investor asing/nasional perlu digaet. Hanya saja si-tuasi politik pada tahun 2008 di Sulut masih akan berge-jolak. Sebab tahun ini, kita akan menghadapi empat Pilkada (Mitra, Bolmut, Kota-mobagu dan Sitaro). Ini arti-nya, sulit mengharapkan si-tuasi politik akan kondusif bagi dunia usaha. Di samping itu persoalan listrik juga masih menjadi ganjalan bagi masuknya investor.
Tapi bukan berarti tahun 2008 benar-benar suram bagi kita. Sulawesi Utara tetap me-miliki prospektif ekonomi ta-hun ini. Rencana pelaksa-naan World Ocean Conference (WOC) yang telah disetujui oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, membawa berkah tersendiri bagi Sulawesi Utara. Meski pelaksanaannya baru digelar tahun 2009, na-mun pada tahun ini persia-pannya sudah dijalankan.
Artinya, dari dana penunjang WOC senilai Rp 200 miliar yang disiapkan pemerintah pusat, setengahnya kemungkinan besar sudah dimanfaatkan di Sulut pada 2008 ini. Ini cukup menolong untuk menambah perputaran uang di Sulut yang efeknya menggairahkan per-ekonomian rakyat.
Selain itu, dana DAK dan DAU 2008 yang naik cukup signifikan besarnya diban-dingkan tahun 2007 lalu, akan sedikit membantu. Un-tuk DAK (dana alokasi khu-sus), Sulut kecipratan Rp 676,8 miliar. Sedangkan DAU-nya mencapai Rp3,7 triliun. Belum lagi dana-dana lainnya dari pemerintah pusat yang hadir berkat lobi pe-merintah daerah.
Dana-dana ini setidaknya akan menolong Sulut survive dalam mempertahankan kuan-titas kesejahteraan rakyatnya dari terjangan kesulitan eko-nomi akibat naiknya harga minyak dan perubahan iklim. Atau setidaknya, Sulut masih bisa tersenyum diban dingkan daerah lainnya di Indonesia pada tahun 2008 ini.
Namun diharapkan dana-dana plat merah ini, harus benar-benar diawasi dari ‘gigitan’ koruptor. Tahun tikus ini konon akan semakin me-nyuburkan para koruptor. Kinerja aparat pemberantas korupsi, diharapkan membaik dibanding tahun lalu. Jangan sampai ada lagi ‘’kinerja nol’’ sebagaimana yang diumumkan Kejaksaan Agung terhadap kejari-kejari yang tersebar di daerah ini. Semoga.(friko poli)
|
|