HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

03 Januari 2008

Selang dua jam, terjadi dua pembunuhan di Manado
Sejumlah Peristiwa Berdarah Warnai ‘Old and New’ di Sulut 


Tindak kriminal hingga me-nyebabkan kematian, mewar-nai perayaan pisah tahun (old and new) di Sulawesi Utara. Sedikitnya enam warga dila-porkan meninggal dunia se-lang 31 Desember menuju 1 Januari 2008 di lokasi ber-beda akibat tindakan kriminal dan kecelakaan lalu lintas. 
Dari informasi yang diper-oleh di Mapoltabes Manado dan sejumlah sumber lainnya Rabu (02/12) kemarin menye-butkan, hanya selang tiga jam, terjadi dua pembunuhan dengan pisau di Manado. Pertama terjadi di Kelurahan Karame, Lingkungan I, Keca-matan Singkil, Selasa (01/01) sekitar pukul 01.00 Wita. 
Nasib tragis tersebut dialami Boyke Minggu (43), warga Ke-lurahan Karame, Lingkungan I, Kecamatan Singkil. Keja-dian berawal ketika HM alias Hen mendatangi korban. En-tah apa penyebabnya, tiba-ti-ba tersangka mencabut pisau dan menikam korban persis di bagian dada kiri. Korban pun langsung meninggal dunia di lokasi kejadian. Peristiwa ini diduga karena tersangka su-dah dikuasai minuman keras (miras).
Dua jam kemudian aksi pembunuhan kembali terjadi. Kali ini terjadi di Jalan Marta-dinata, kompleks swalayan Queen Mart, Selasa (01/01) sekitar pukul 03.00 Wita dini hari. Kejadian berawal ketika Deddy Kaligis (27) warga Kelu-rahan Dendengan, Luar Ling-kungan I, Kecamatan Tikala melintasi jalan di kompleks tersebut bersama seorang rekannya bernama Ahmad Mangantar. Di tengah jalan korban dihadang empat orang yang tidak dikenalnya. 
Entah apa sebabnya, tiba-tiba salah seorang tersangka mengeluarkan sebilah pisau dari balik bajunya dan lang-sung menikam tubuh korban. Korban sendiri tidak sempat menghindar. Alhasil, seba-nyak tiga kali tersangka menusuk tubuh korban, tepatnya di bagian punggung. Korban pun langsung me-ninggal dunia di lokasi ke-jadian. Sementara rekan korban ditikam tersangka lain di bagian paha sebelah kanan dan lengan kiri. 
Masih di Manado, kematian warga akibat kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Pierre Tendean. Di mana Abdul Azis (21), warga Kelurahan Su-mompo, Lingkungan I, Keca-matan Tuminting. Korban yang sehari-harinya berprofe-si sebagai satpam pertokoan di kelurahan tersebut, tewas di tempat setelah ditabrak kendaraan roda empat jenis Toyota Avanza berwarna silver saat menyeberang Jalan Pierre Tendean, tepatnya di depan wartel Putri Nabila. Sementa-ra tersangka langsung kabur dari lokasi kejadian.
Di Likupang Minahasa Uta-ra, Andi Sandil (40), warga di Desa Kalinaung, Dusun 3 Kecamatan, Likupang Timur meninggal dunia di rumah-nya, Selasa (01/01) sekitar pukul 19.30 Wita. Korban di-bunuh keponakannya sendiri berinisial AD Alias Am saat sedang menonton televisi di rumahnya. Kejadian ini ber-awal dari tindakan korban memukul tersangka karena tersangka mabuk dan mem-buat keributan di sekitar ru-mahnya. Karena tidak mene-rima tindakan pamannya, beberapa hari sesudahnya tersangka mendatangi korban dan secara membabi buta menghujamkan parangnya dan mengenai pipi dan kepala korban. Korban pun mening-gal dunia sesaat setelah kejadian.
Masih dari Likupang, se-buah tindak kriminal terjadi di daerah ini. Hal ini ditandai dengan dengan ditemukan-nya seorang oma yang belum diketahui identitasnya dalam keadaan tak bernyawa di by pass, Senin (31/12) sekitar pukul 08.00 Wita. Saat dite-mukan oma yang berusia 60-an tahun tersebut mengena-kan baju berwarna hitam ber-corak bunga, bertubuh gemuk dan berambut putih.
Di Tondano, tindak kriminal hingga menyebabkan kema-tian terjadi dan menimpa Maxi Lumain (42), warga Ke-lurahan Rerewokan, Lingku-ngan II, Kecamatan Tondano Barat, Selasa (01/01) sekitar pukul 23.30 Wita. Belum diketahui siapa tersangkanya, namun diduga kuat aksi pembunuhan ini juga dipicu miras.
Sementara itu, nasib naas dialami Hendrisal Nadja (24) warga Teling Atas, Lingku-ngan I, Kecamatan Wanea, Selasa (01/01) sekitar pukul 00.10 Wita. Di mana korban yang saat itu melintasi jalan yang ada di kelurahan terse-but tiba-tiba merasakan sakit di dada. Setelah diraba ter-nyata sebuah panah wayer menghujam di dadanya. Korban pun langsung dila-rikan ke Rumah Sakit Bha-yangkara oleh aparat kepoli-sian Poltabes Manado dan mendapatkan perawatan tim medis.
POLISI
Tindak kriminal yang terjadi saat perayaan Tahun Baru ternyata tidak hanya melibat-kan masyarakat biasa. Ok-num polisi pun turut terlibat dalam tindak kriminal. Se-perti yang terjadi di Kelurahan Teling Atas, Lingkungan I, Ke-camatan Wanea, Selasa (01/01) sekitar pukul 00.30 Wita. Dua oknum polisi masing-ma-sing FM alias Far, anggota Sa-mapta Polres Minahasa ber-pangkat briptu dan CG alias Cris anggota Samapta Polda berpangkat bripda, terlibat dalam aksi pengancaman de-ngan senjata api dan peru-sakan rumah milik Alfian Pe-lengkahu (36), warga Kelu-rahan Teling, Atas Lingku-ngan I, Kecamatan Wanea.
Kejadian tersebut berawal ke-tika kedua oknum polisi ber-sama sejumlah temannya men-datangi rumah korban. Didu-ga karena korban terlibat ke-ributan, tersangka pun me-negur korban. Namun ironis-nya, rekan-rekan tersangka diduga melakukan aksi peru-sakan rumah korban dengan melempari kaca jendela ru-mah bagian depan hingga pecah, namun tidak digubris kedua oknum polisi tersebut. Bah-kan akibat tindakan terse-but, istri korban yang berada di dalam rumah mengalami luka serius di kaki kanannya.
Setelah mendapatkan lapo-ran tersebut, pihak Poltabes langsung melimpahkan kasus tersebut ke Polda Sulut untuk ditindaklanjuti. Pasalnya, kasus ini terjadi dengan melibatkan oknum polisi. Kapoltabes Ma-nado Kombes Pol Drs Bambang Sugeng SH MH ketika dikonfir-masi melalui Ka SPK Ipda D Tandirerung membenarkan adanya laporan tersebut.(imo)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin