|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Otonomi dan Suksesi |
03 Januari 2008
|
![]() |
PestA demokrasi Kabupaten Minahasa berhasil terlaksana dengan lancar dan tertib. Meski masih menyisakan persoalan baru, yakni gugatan empat pasangan calon terhadap hasil penghitungan suara, namun suhu politik yang sempat memanas di Tanah Toar Lumimuut, setidaknya sudah berangsur turun.
Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Minahasa. Sebab tak sedikit pesta demokrasi di daerah lain berujung kisruh, bahkan sampai mengarah pada perpecahan.
Harus diakui, lancar dan tertibnya pelaksanaan pilkada tak hanya berkat peran KPUD selaku pelak-sana pilkada. Tetapi kedewasaan masyarakat dalam memahami prin-sip-prinsip berdemokrasi juga turut memberikan peran besar hingga Pilkada Minahasa sukses terlaksana.
Pengalaman ini tentu penting un-tuk dijadikan pelajaran karena tahun 2008 ini suhu politik di Sulut diper-kirakan akan lebih panas diban-dingkan tahun 2007. Mengapa lebih panas? Karena tahun 2008 akan ada empat daerah yang akan me-laksanakan pilkada, yakni Kabu-paten Mitra, Sitaro, Bolmut dan Kota Kotamobagu.
Memang, sepanjang sejarah be-lum ada pelaksanaan pilkada di Sulut yang berujung pada perpe-cahan. Di Kabupaten Minut, Minsel, dan Kota Tomohon misal-nya, setelah dimekarkan ketiga daerah ini sukses melaksanakan pilkada.
Meski begitu, sikap waspada tetap penting untuk dikedepankan. Apalagi Mitra, Sitaro, Bolmut, dan Kota Kotamobagu merupakan daerah baru yang kali pertama akan melaksanakan pilkada.
Untuk itu, peran serta masya-rakat untuk ikut menyukseskan pilkada perlu ditumbuhkan. Dengan begitu, maka panasnya suhu politik tahun 2008 pasti dapat memberikan sejarah ‘manis’ bagi warga di keempat daerah pemekaran tersebut. Sukses Minahasa, maka suk-ses pula Mitra, Sitaro, Bolmut dan Kota Kotamobagu.(***)
Oleh:
RaFerol Siringo-ringo
|
|