|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Pendidikan dan Budaya |
03 Januari 2008
|
|
Pendidikan Sulut:
Antara UASBN, Unas dan Ocean Education Year 2008
|
TAHUN 2008 ini ada tiga agenda penting yang akan dilalui dunia pendidikan Sulawesi Utara disamping agenda-agenda lainnya. Tiga agenda tersebut adalah Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN), Ujian Nasional (Unas) dan pencanangan Ocean Education Year 2008.
UASBN-Unas
Kukuhnya Depdiknas mengelar UASBN bagi siswa SD dan Unas bagi siswa SMP/SMA/SMK sempat mendapat penolakan dan kritik sejumlah kalangan di tahun 2007. Khusus UASBN dinilai justru menghambat program Depdiknas dalam penuntasan wajib belajar sembilan tahun. Tapi akhirnya keluarlah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 39 Tentang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Tahun 2007-2008 untuk SD/SDLB/MI tertanggal 16 November 2007 dan Permendiknas Nomor 33 Tentang Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2007-2008 untuk SMP/SMPLB/MTs dan SMA/SMALB/MA dan SMK tertanggal 5 November 2007.
Dua permendiknas ini setidaknya menjadi landasan hukum pelaksanaan UASBN dan Unas 2008 nanti.
Dalam Permendiknas No 39 Tahun 2007 Tentang UASBN, di situ dijelaskan sejumlah poin kewenangan pusat dan daerah dalam penyusunan soal UASBN. Di mana peme-rintah pusat mendapat porsi 25 persen dan daerah 75 per-sen. Sedangkan soal Standar Kompetensi Lulusan (SKL)-nya ditentukan oleh pihak sekolah itu sendiri sesuai dengan kompetensi sekolah itu masing-masing.
Sedangkan Permendiknas Nomor 33 Tentang Ujian Na-sional menjelaskan di antaranya penambahan mata pela-jaran yang diujinasionalkan dan Standar Kompetensi Lulusan sebesar 5.25.
Fakta ini setidaknya menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan Sulut. Sebab digagasnya UASBN bagi siswa SD merupakan hal perdana bagi siswa-siswi SD. Meski pun kewenangan ada sepenuhnya pada pihak sekolah tetapi dikhawatirkan akan ada siswa SD yang tidak bisa melanutkan ke SMP karena tak lulus UASBN. Kecuali terjadi kolusi, nepotisme dalam penentuan kelulusan UASBN bagi siswa SD.
Begitu juga untuk Unas. Dalam Permendiknas 33 Tahun 2007, dijelaskan Mata Pelajaran Unas SMA Tahun Pelajaran 2007-2008 menjadi 6 mata pelajaran. Untuk Program IPA, selain Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika, kini ditambah lagi dengan Fisika, Kimia, dan Biologi. Sedangkan untuk Program IPS selain Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Ekonomi, kini ditambah lagi dengan Matematika, Sosiologi dan Geografi (Pasal 5).
Disamping itu, sesuai Pasal 15, peserta dinyatakan LULUS jika memenuhi standar kelulusan sebagai berikut: (1) Memiliki nilai rata-rata minimal 5,25 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan tidak ada nilai dibawah 4,25. (2) Memiliki nilai minimal 4,00 pada salah satu mata pelajaran, dan nilai mata pelajaran lainnya minimal 6,00.
Keputusan ini sudah final. Tak perlu diperdebatkan lagi, tinggal bagaimana jajaran pendidikan Sulut memanfaatkan sekitar 4-5 bulan lagi untuk bersiap diri. Toh belajar makin banyak dan makin intensif akan semakin baik, tidak akan pernah ada jeleknya.
Tentu dengan strategi Pra-Unas diharapkan mampu meminimalisir angka ketidaklulusan. Diprediksikan pada tahin 2008 ini angka kelulusan siswa SMA/SMK-SMP/MTs se-Sulut diatas 90 persen dan dibawah 95 persen. Mungkin agak menurun dibandingkan tahun 2007, tetapi itulah konsekuesni logis dengan naiknya SKL dari 5.0 menjadi 5.25.
OCEAN EDUCATION YEAR 2008 DUKUNG WOC 2009
Konferensi antarnegara membahas masalah kelautan di Sulut dalam World Ocean Conference 2009, mendapat dukungan penuh dari Dinas Diknas Sulut. Buktinya Diknas Sulut menggagas Ocean Education Year May 2008 to May 2009 sebagai agenda penting menghadapi WOC 2009 nanti. Inilah yang menjadi satu agenda penting Diknas Sulut di tahun 2008 ini.
Kadis Diknas Sulut Drs Djouhari Kansil MPd menegaskan Ocean Education Year (OEY) 2008 tersebut akan dicanangkan oleh Gubernur Sulut SH Sarundajang pada Mei 2008 nanti. Ada pun tujuannya adalah memperkenalkan isu-isu mutahir dan terhangat mengenai kelautan, seperti pengaruh pemanasan global, perubahan iklim dunia, mendorong dan mengembangkan kepekaan intelektual, daya kreatif, kritis, analitik, inventif dan kemampuan inkuiri siswa terhadap berbagai masalah kelautan, mendorong, mengembangkan dan menggerakkan bakat kreatif siswa dalam memproses unsur dari lingkungan kelautan menjadi produk kerajinan tangan yang bermutu dan mempersiapkan siswa yang berbakat dalam bahasa untuk memanfaatkan WOC 2009 sebagai momentum pengembangan diri dan keterampilan hidup.
Kegiatan usai pencanangan nanti akan dilakukan berbagai langkah sosialisasi dan lomba-lomba mulai dari tingkat kabupaten/kota dan propinsi bagi ka;angan pelajar. Sosialisasi seperti dampak perubahan iklim global terhadap laut, keaneka ragaman hayati kelautan, penanganan bencana kelautan, kultur kelautan dan laut sebagai masa depan yang termaktub dalam hiden curicullum dan pengembangan KTSP. Juga digelar lomba karya tulis ilmiah tentang lima isu kelautan seperti global worming and climate change, marine biodiversity, ocean governance, marine hazard mitigations, ocean as next frontier.
Tak ketinggalan juga Diknas Sulut akan meggelar lomba souvenir dan pameran produk seni budaya dan kerajinan dari laut disinergikan juga dengan pelatihan penerjemah dan pemandu melalui inhouse training dan community college.
Saat ini katanya berbagai langkah strategi menjelang pencanangan OEY 2008 nanti sementara dijajaki seperti pembentukan kelompok kerja propinsi dan kabupaten/kota, penyusunan rencana kerja dan anggaran – APBD (P) 2—7 dan RAPBD 2008, sosialisasi, koordinasi, dan implementasi menjelang waktu pencanangan.
Dalam rencana kerja yang sudah disusun, Diknas Sulut akan menggelar sosialisasi lewat poster, brosur, leaflet, sticker, asesoris. Juga pengembangan KTSP lewat workshop guru, pengembangan Materi pembelajaran kelautan, reorientasi studi kelautan dan lingkungan, pelatihan dan simulasi menghadapi bencana kelautan (ocean mitigation), kompetisi karya ilmiah siswa tingkat SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK, dan perguruan tinggi.
Satu hal yang harus diingat, pencanangan Ocean Education Year 2008 ini jangan sampai mengganggu agenda nasional yakni Unas dan UASBN. Apalagi pencanangannya berdekatan dengan waktu UASBN dan Unas 2008. Juga janganlah OET 2008 ini hanya menjadi ajang untuk mengejar prestisius yang akhirnya akan berdampak pada prestasi anak-anak kita di Unas dan UASBN nanti. Semoga Diknas Sulut dan Diknas Kabupaten/Kota dapat memenej waktu untuk menyukseskan tiga agenda besar Pendidikan Sulut di tahun 2008 ini.(*)
|
|