|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Bolamania
|
04 Januari 2008
|
|
Menanti Prestasi di Tengah Krisis
|
LIGA Super telah diraih di tahun 2007 oleh Persmin Minahasa, yang kerab dijuluki ‘Manguni Makasiouw’. Kini, memasuki tahun 2008 Persmin Minahasa memasuki babak baru dengan menjadi kontestan liga yang paling bergengsi di bumi Indonesia, dimana sepakbolanya yang tidak maju-maju.
Meski demikian, olahraga yang paling banyak digemari di Indonesia ini, tetap akan menjadi prioritas utama un-tuk berprestasi serta meng-angkat moral dan martabat suatu daerah, termasuk di tanah Toar Lumimuut, Mina-hasa melalui tim kesayangan-nya Persmin Minahasa. Tun-tutan prestasipun bakal men-jadi pekerjaan rumah bagi manajemen Persmin.
Menghadapi musim 2008, bukan perkara mudah bagi Persmin, karena tim-tim yang akan berlaga di Liga Super 2008 nanti merupakan kese-belasan-kesebelasan yang ter-pilih, dan memiliki segudang prestasi serta link yang kuat dengan petinggi PSSI. Selain itu juga, kendala dana akan menjadi tamparan bagi mana-jemen karena alokasi dari APBD telah dilarang oleh pe-merintah pusat.
Namun demikian, manaje-men Persmin yang diketuai oleh Bupati Minahasa, Drs Stefanus Vreeke Runtu (SVR) dituntut masyarakat pencinta sepak bola di Minahasa, un-tuk mencari jalan keluar se-cepatnya dengan segala daya dan upaya untuk mendapat suntikan dana yang tentunya tidak ‘melibatkan’ KPK (Ko-misi Pemberantasan Korupsi) demi untuk mengangkat pres-tasi Persmin di Liga Super ta-hun ini. Alokasi dana untuk olahraga pada APBD 2008 hanya sekitar Rp 10 miliar.
Sebagai pencinta sepak bola, tentunya menaruh harapan besar bagi SVR yang mempu-nyai komitmen untuk mem-buat Persmin lebih ber-prestasi. Tinggal bagaimana manajemen Persmin me-nyiapkan tim yang solid un-tuk menyongsong Liga Super 2008.
Pembentukan tim sejak awal akan membantu Persmin un-tuk mengapai prestasi di ta-hun ini, karena secara oto-matis tim yang ada sekarang ini telah resmi di bubarkan karena kontrak semua pe-main dan pelatih telah ber-akhir 30 Desember 2007 lalu.
Ini berarti. Pada musim 2008 nanti, manajemen harus mencari lagi pemain dan pelatih untuk mengisi skuad Persmin. Hanya dengan du-duk bersama, baik manaje-men dan pelatih terpilih akan menjadi harapan bagi pecinta Persmin untuk bisa memilih pemain-pemain yang berkua-litas, dan mempunyai komit-men untuk maju bersama Persmin serta meninggalkan segala kepentingan-kepenti-ngan politik yang akan masuk dalam lingkup Persmin Mi-nahasa. Sehingga bukan tidak mungkin meski dalam kondisi krisis dana Persmin mampu berbicara banyak di kancah Super Liga 2008.
YANG HARUS DIPERTA-HANKAN
Skuad ‘Manguni Makasiouw’ tahun 2007 boleh dikata ya-hud, karena mampu meraih prestasi. Tak mengherankan jika beberapa pemain layak untuk dipertahankan, itupun tergantung manajemen untuk menentukan sikap terhadap pemain-pemain itu, atau mi-nimal menjaga hubungan baik dengan para pemain tersebut, siapa tahu nanti akan menjadi pemain bagi Persmin di musim kompetisi tahun 2008.
Manajemen juga harus ber-tindak cepat dalam perekrutan pemain-pemain di musim 2008, karena tim-tim besar seperti Persija, PSM, Sriwijaya FC dan lain-lain memiliki dana yang lebih banyak untuk membeli para pemain yang berkualitas.
Persmin memiliki sejumlah pemain yang telah memberi-kan kontribusi besar buat tim. Bukan tidak mungkin Osvaldo Moreno, Siswanto, Supriono, Zulkifli Sukur, Hendra Ridwan, Fadli Hariri dan penjaga gawang Sukir-manto akan menjadi incaran klub-klub besar itu.
Jadi, saatnya bagi Persmin untuk menentukan pemain-pemain mana yang harus di-pertahankan. Yang pasti ka-lau penulis menyarankan ke-tujuh pemain ini harus di-pertahankan. Apalagi sosok Osvaldo Moreno dinilai paling menonjol diantara pemain-pe-main Persmin, dan layak di-sebut sebagai pemain terbaik Persmin 2007.
Sedangkan untuk keempat pemain asing Persmin, harus mendapat perhatian khusus jika ingin dipertahankan. Seperti Fabiano yang masih dalam kondisi cedera, Etoga dan Mario Antonio Romero dinilai mulai lambat karena faktor berat badan, dan Juan Pedro Yalet yang cenderung bermain kurang konsisten selama putaran kedua.
Sedangkan untuk pemain putra daerah, masih layak untuk dipertahankan meski harus terus meningkatkan performa terbaiknya. Namun semuanya itu, keputusan ada di tangan manajemen. Apa-kah akan mempertahankan atau tidak, begitu juga dengan pelatih dan asisten pelatih.
Semoga saja keputusan dari manajemen dalam hal ini SVR dalam menentukan pembe-lian pemain serta mencari jalan keluar untuk menyele-saikan krisis dana di tahun ini, sehingga Persmin mampu berprestasi. Semoga…(***)
|
|