HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Minahasa Tenggara

04 Januari 2008

Lintas Berita Mitra


Bupati Warning Pejabat yang Berdomisili di Luar Mitra
Bupati Mitra, Drs Albert Pon-toh MM mengatakan bahwa ke-pada seluruh pejabat, baik itu kepala dinas maupun badan, harus tinggal di wilayah Mitra. Bahkan Pontoh menegaskan, 2008 ini, tak ada lagi tawar-me-nawar, bahwa pejabat tersebut akan diganti kalau tidak ber-domisili di Mitra. “Sulit bagi se-orang pejabat kalau tidak ber-domisili di daerah tempat ia be-kerja. Domisili akan menjadi peng-hambat dalam pengabdian-nya,” tukasnya, kemarin (03/01). 
Untuk itu, Pontoh memerin-tahkan Sekda Mitra untuk segera mendata para pegawai mana saja yang hingga bulan Januari 2008 ini masih berdo-misili di luar Mitra “Setelah didata, silakan dilaporkan, su-paya kita bisa memberikan sanksi bagi mereka,” tan-dasnya.(dax)

Sejumlah Jabatan di Diknas Masih Rangkap 
Belang-Kurangnya pega-wai di sejumlah instansi peme-rintahan Mitra, membuat bebe-rapa posisi masih dipegang rangkap oleh satu pejabat. Hal ini antara lain terlihat untuk po-sisi Kacabdin Diknas Belang yang dipegang Nortje Wulur, sementara yang bersangkutan adalah juga kepala sekaligus guru SMP Kristen Basaan. 
Menurut sejumlah masyara-kat yang enggan dikorankan mengatakan, untuk meningkat-kan mutu pendidikan di Mitra, jangan lagi ada rangkap jabatan karena nantinya akan menyulit-kan dalam kinerja. “Bayangkan saja jika harus bolak balik Ba-saan-Belang dan Ratahan se-tiap hari,” ungkap warga Keca-matan Belang. 
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebuda-yaan Mitra, Drs MJ Manoppo MSc menjelaskan, Wulur saat ini tercatat sebagai Kacabdin Diknas Belang saja.(dax)


Who Wants to be A Bupati?
JIKA Anda menginginkan satu tahun kemakmuran, tanamlah padi-padian. Jika Anda ingin sepuluh tahun kemakmuran, tanamlah pepohonan. Jika Anda ingin seratus tahun kemakmuran, berbuat baiklah kepada semua orang. 

Konstelasi politik di Mitra di tahun 2008 dipastikan akan men-jadi sangat panas. Alasannya jelas, 2008 ini untuk pertama kali akan digelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara lang-sung oleh masyarakat. Pilkada Mitra dijadwalkan akan digelar Juni mendatang. Di 2007 saja, aroma panas nuansa Pilkada sudah sangat nampak. 
Sejumlah figur, baik yang ber-keinginan maupun yang diingin-kan untuk maju dalam Pilkada Mitra, terus menebar pesona me-rebut simpati warga. Tebaran pe-sona ini, dilakukan dengan rupa-ripa hal. Ada yang dengan materi, ada yang dengan perhatian, te-tapi ada juga yang getol dengan ke-giatan sosial, seperti pengobatan cuma-cuma, memfasilitasi kawin massal, dan beberapa hal lain. 
Sejauh ini, sejumlah nama yang disebut-sebut bakal maju dalam Pilkada mendatang antara lain Jermia Damongilala, Telly Tjangkulung, Jeffrey Johanes Massie, Djelly Massie, Diana Maringka, dr Albert Elia Tangel, Nico J Usoh, Vanny Kaparang, John Rori dan beberapa nama lain. Menariknya, ada juga yang menyebut bahwa Pnj Bupati saat ini, Drs Albert Pontoh juga akan maju di Pilkada, meski yang bersangkutan sendiri belum secara langsung dan terbuka menyatakan diri sebagaimana kandidat lainnya. Disinyalir, larangan UU bahwa Penjabat Kepala Daerah tidak boleh maju dalam Pilkada, membuat Pontoh masih ragu-ragu dan menim-bang-nimbang lagi soal penca-lonannya, dan bisa jadi semen-tara mencari cara untuk me-realisasikannya. 
Seperti sudah disebutkan, nama-nama ini sudah dan se-mentara merebut simpati warga tetapi juga berusaha supaya dipinang partai politik untuk dicalonkan. Dari sekian banyak nama yang disebut ini, kemung-kinan besar hanya akan ada empat pasangan calon yang akan maju dalam Pilkada Mitra. Hal ini bila merujuk pada UU Oto-nomi Daerah Nomor 32 Tahun 2004, khususnya yang mengatur tentang Pilkada. Disebutkan, yang berhak untuk mengusung calon dalam Pilkada mendatang adalah partai politik yang memiliki 15 persen kursi parlemen. 
Kalau di DPRD Mitra jumlah kursi total adalah 20 kursi, maka berarti parpol pengusung harus memiliki minimal 3 kursi. Yang sudah pasti untuk hal ini baru Partai Golkar (7 kursi), dan PDIP (5 kursi). Sedangkan Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Demokrat (PD) dan (Partai Ama-nat Nasional (PAN) yang hanya memiliki masing-masing 2 kursi, harus menggandeng parpol lain untuk memenuhi syarat tiga kursi. Menariknya, parpol pemilik kursi di DPRD Mitra tinggal dua, yakni PKPB dan Partai Pelopor. Ke mana dua kursi ini masing-ma-sing akan ditambahkan, belum bisa dipastikan. 
Yang pasti, sekali lagi, lobi-melobi, sumbang-menyumbang dan setor-menyetor, akan kuat mewarnai konstelasi politik Mitra di 2008 ini. Tak cukup kandidat hanya menyiapkan visi dan misi, karena kini ada hal yang tak kalah penting, yakni gizi (baca: duit). 
Merujuk pada pepatah cina yang dipaparkan di atas, per-buatan baik kepada semua orang akan menjadi jalan untuk men-capai kemakmuran dalam waktu yang panjang. Jika ini yang men-jadi alasan perbuatan baik dari para calon kandidat Pilkada, ten-tu sangat positif nilainya. Tetapi ada banyak kasus, perbuatan baik justru hanya untuk maksud-maksud tertentu dalam jangka pendek, dan tergantung moment. Jika moment berakhir, maka perbuatan baik pun otomatis se-lesai. Kita tunggu.(**)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin