|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
04 Januari 2008
|
|
Mantan Bupati Minahasa,
Drs Dolfie Tanor Tutup Usia
|
MANTAN Bupati Minahasa Periode 1998-2003, Drs Dolfie Tanor, dikabarkan menghembus-kan nafasnya terakhir Kamis (03/01) sore, setelah sebelumnya dirawat di RS Medistra, Jakarta. Sebelumnya almarhum dilarikan ke rumah sakit karena mengalami serangan jantung. Kuat dugaan, penyakit lamanya itu kembali kambuh.
Padahal, medio 2007 lalu, al-marhum sempat mengalami suatu mukjizat. Pasalnya, penyakit jantung yang dideritanya selama ini, dianggap telah pulih. Menurut penuturan seorang kerabat dekat-nya, Vicky Tanor SPi MSi, dokter yang biasanya memeriksa ke-sehatan almarhum, sempat ka-get karena pada jantung almar-hum ada semacam jaringan ba-ru yang tumbuh. Ini yang mem-buat jantungnya kembali sehat.
Setelah mukjizat itu, almar-hum yang sebelumnya sempat
terbaring selama beberapa waktu di sebuah rumah sakit di Jakarta, sudah bisa melaku-kan aktivitasnya kembali se-cara normal. Bahkan pada 25 November 2007 lalu, Tanor yang aktif sebagai evanglis ter-lihat sehat walafiat saat me-mimpin sebuah acara KKR di Bitung.
“Saya lihat waktu di Bitung, be-liau sehat. Jadi saya tahu pe-nyakitnya sudah sembuh,” tutur Kabag Ekonomi Setdakab Minahasa itu. Namun dia me-yakini, apa yang dialami ke-luarga besar Tanor ini merupa-kan sesuatu yang telah diren-canakan Tuhan. Karena mere-ka yakin, apa pun yang terjadi di dunia ini merupakan ranca-ngan Tuhan.
Almarhum merupakan Bu-pati Minahasa periode sebelum Stefanus Vreeke Runtu. Tanor memerintah Minahasa sejak ta-hun 1998-2003. Naiknya dia se-bagai bupati, setelah menga-lahkan Drs Adolf Jouke Son-dakh (alm) dalam pemilihan yang ditentukan DPRD.
Tanor termasuk pejabat yang komplit, dengan memulai karir birokrat dari bawah. Putra asal Motoling kelahiran Xanan (Malut) ini mengawali jabatan sebagai sekcam, kepala kantor dan kemudian dipercayakan sebagai Sekda Minahasa di era Bupati Drs Karel Senduk (alm). Beliau kemudian diangkat menjadi wakil bupati.
Yang kemudian mencalonkan diri sebagai bupati dan terpilih.
Di tangan Tanor, Minahasa kemudian dimekarkan di an-taranya hadir Kota Tomohon dan Minsel. Lima tahun kemu-dian, dalam pencalonannya yang kedua kali, Tanor yang diusung PDIP dikalahkan calon dari Golkar, Stefanus Vreeke Runtu. Menurut catatan koran ini, pemilihan Bupati Minahasa untuk masa bakti 2003-2008 yang berlangsung 21 Januari tersebut, pasangan calon Vreeke Runtu dan Rull Kuron memper-oleh 23 suara dari seluruh 45 suara di DPRD Minahasa.
Sedangkan Tanor yang berpasangan dengan Boy Herman Katuuk, hanya meraih 21 suara. Ada pun satu suara dinyatakan rusak/batal. Sejak kalah, Tanor sempat mencoba membidik anggota DPR RI lewat PDIP di nomor urut 2. Sayangnya obsesi politiknya tidak tercapai, sehingga ak-hirnya Tanor belakangan lebih banyak aktif di bidang pela-yanan rohani, sampai dipanggil Tuhan di awal Tahun Baru ini. Almarhum meninggalkan em-pat putri. Di mata sebagian orang, Tanor adalah mantan pejabat yang murah hati.
‘’Beliau banyak membantu orang dan rendah hati. Se-dangkan dalam karir birokrat, Pak Tanor sudah komplit, yang mulai dari bawah dan men-capai puncak karir dengan memegang sekda, wakil bupati dan bupati,’’ ungkap Walikota Tomohon, Jefferson Rumajar SE.(dav)
|
|