|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Bolmong,
Kotamobagu, Bolmut |
04 Januari 2008
|
|
Satu Jamaah Haji Bolmong Tertinggal di Jedah
|
Kamis dinihari kemarin, 241 jamaah haji asal Totabuan tiba di Bandara Sam Ratulangi dengan dua kali penerbangan pesawat Garuda Indonesia.
Hanya saja dari 241 jamaah haji tersebut, seorang lagi masih tertinggal di Jedah Arab Saudi, menjalani perawatan intensif karena sakit.
Sebelumnya mereka sudah tiba di bandara Embarkasi Balikpapan, pada Selasa pagi, setelah melewati penerbangan melelahkan selama 12 jam dari King Abdul Azis, Jedah.
Tak seperti tahun-tahun sebelumnya di mana jamaah haji yang baru tiba di bandara masih tanggung jawab Depag Bolmong untuk menyediakan angkutan sampai di Kotamobagu, kali ini mereka langsung dijemput oleh keluarga masing-masing.
Salah seorang jamaah haji yang belakangan diketahui bernama Hi D Matara, asal Kelurahan Mogolaing Kecamatan Kotamobagu Barat, dikabarkan masih tertinggal di Jedah. Ia masih menjalani perawatan intensif karena gangguan kesehatan, sehingga belum bisa pulang bersama-sama jamaah haji asal daerah ini.
“Masih satu orang yang tertinggal di Jedah karena sakit. Kami semua selalu mendoakan agar ia dapat diberangkatkan pada kloter-kloter berikut. Insya Allah,” kata Dr Hj Rosina Kiu, salah saeorang jamaah haji Bolmong kepada harian ini.
Sementra salah seorang keluarga, tepatnya keponakan dari jamaah haji yang masih tertinggal di Jedah tadi, Darman Matara, turut mengiyakan bahwa pamannya yang biasa dipanggil Om Amat memang masih menjalani perawatan dokter di sebuah rumah sakit di Jedah. “Setiap malam kami mendoakan, semoga ayah kami, paman kami ini akan diberikan kekuatan dan kesetahan sehingga bisa kembali berkumpul dengan keluarga di Kotamobagu,” ujar Darman.
Sedangkan Kakandepag Bolmong Drs Hi Suhada Mokoagow, saat dikonfirmasi membenarkan kabar tersebut. Ditegaskan, pihaknya tetap berupaya semaksimal mungkin, agar Matara cepat sehat dan sudah bisa naik pesawat, agar secepatnya langsung terbang ke Indoensia dengan kloter lain. “Insyah Allah lekas sembuh, dan bisa pulang ke Indoensia dengan kloter lain. Mari kita doakan bersama,” harap Mokoagow.(tus)
|
|