|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Mimbar dan Keagamaan |
04 Januari 2008
|
|
Hari Amal Bhakti Depag ke-62
Domu: Bekerja Sebagai Ibadah
|
Seluruh pejabat dan karyawan di jajaran Departemen Agama sekiranya harus menyadari tentang esensi bekerja adalah sebagai ibadah, serta menyadari setiap perbuatan kita selalu diawasi oleh Tuhan. Maka insya Allah Depag menjadi lokomotif reformasi birokrasi di negara kita.
Hal tersebut dikatakan Kakan-wil Depag Sulut, Drs H Halil Do-mu MSi ketika membacakan sambutan Menag, Kamis (03/01) pada puncak peringatan ha-ri Amal Bhakti Depag ke-62, yang dilaksanakan jajaran Kan-wil Sulut di di MAN Model Ma-nado. Hadir dalam acara ter-sebut Ketua FKUB Sulut, Pdt DR Nico Gara, Ketua MUI Sulut, KH Fauzi Nurani, Ketua Sinode AM Suluttenggo, seluruh pega-wai Kanwil Agama Sulut, Depag Manado, Balai Diklat, STAIN dan STAKEN Manado.
“Jika kita sudah menjalankan yang benar, berarti sudah men-dukung terciptanya pemerin-tahan yang bersih dan berwi-bawa,” katanya. Sembari me-nambahkan, pelaksanaan tu-gas operasional Depag berkem-bang seiring dengan dinamika perkembangan kehidupan ke-bangsaan dan kenegaraan.
Menurut dia, setiap permasa-lahan yang terjadi di masya-rakat yang selalu terkait dan ber-singgung-an deng-an kepen-tingan, aspirasi, atau hu-bungan antar umat beragama, tidak bisa lepas dari perhatian, peran dan kontribusi Depag.
Selain itu salah satu tugas esensial dari Depag kata Domu, membina kehidupan masyara-kat dan bangsa agar selalu bera-da di atas sendi-sendi moral ke-tuhanan menurut ajaran aga-ma masing-masing. Perkem-bangan kehidupan beragama selama ini relatif menggem-birakan terutama pada tataran pelaksanaan ritual keagamaan yang didukung oleh meningkat-nya penyediaan sarana dan fasilitas keagamaan.
“Namun pada sisi lain, kita pri-hatin dengan arus deras perge-seran nilai, norma, akhlak dan budi pekerti yang terjadi dalam kehidupan masyarakat dan bangsa kita yang selama ini di-kenal sebagai bangsa yang aga-mais. Untuk itulah peran pen-didikan agama, penyuluhan dan pembinaan keluarga perlu diberdayakan secara efektif,” kata Domu. Situasi keagamaan bangsa kita akhir-akhir ini juga dilansa permasalahan yang meresahkan yaitu munculnyua aliran sempalan dan paham keagamaan menyimpang yang secara nyata menodai ajaran agama.(lex)
|
|