CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

 
Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Opini Redaksi dan Pembaca 

04 Januari 2008

Dengan Kekuatan yang Baru
Memasuki Masa Depan yang Baru

 IKUTI BERITA LAIN

Great Leader for Great Minahasa
Oleh: Veldy Umbas SE

SURAT PEMBACA

Miras Meningkatkan Angka Kriminalitas

 COMMENTAREN

Pelayanan Harus Sinergi

 
Kita memasuki Tahun Baru, tahun 2008 dengan menaikkan segala puji dan syukur kepada Tuhan. Hanya oleh kasih dan karuniaNya semata kita diperkenankan memasuki tahun baru ini.

Tahun baru berarti kesem-patan atau peluang yang baru. Ia adalah karunia agar kita memanfaatkan dengan se-baik-baiknya dan tidak mem-biarkannya berlalu begitu saja. Kita hidup dalam ruang dan waktu. Jadi kesempatan selalu kondisional.
Memanfaatkan kesempatan untuk merancang dan mela-kukan sesuatu tanpa sung-guh-sungguh memperhi-tungkan kenyataan atau realitas merupakan tindakan yang tidak bijaksana. Niat baik sangat penting untuk melakukan sesuatu, tetapi niat baik saja tidaklah cukup agar berhasil mengisi tahun ini dengan karya-karya yang memuliakan Tuhan serta membebaskan dan menyela-matkan sesama umat manu-sia. Kita perlu melakukan analisis atau kajian terhadap realitas yang menjadi konteks kehidupan kita. Atas dasar hasil kajian tersebut kita akan menjalani tahun ini, sehingga perjalanan yang kita tempuh itu betul-betul bertumpu da-lam kenyataan.
Apakah yang dimaksud dengan hal yang riil atau nyata itu? Sering kali kita meng-anggap kenyataan (hal yang nyata) hanya semata-mata yang ada kaitannya dengan bidang politik ekonomi, sosial dan budaya yang kita geluti tiap hari. Keempat bidang ter-sebut tidak dapat disangkal sangat mempengaruhi kehi-dupan kita sehari-hari selaku anggota masyarakat dan kita tidak dapat melepaskan diri dari pengaruhnya di mana pun kita berada di dunia ini. 
Dalam konteks Indonesia, misalnya, semua perubahan di bidang politik dan ekonomi pasti akan berdampak lang-sung bagi kita selaku warga negara Indonesia. Dalam hal ini kenyataan yang kita hadapi sungguh amat mempriha-tinkan dan menakutkan. Kita memasuki tahun 2008 ini dengan harap-harap cemas berdasarkan pengalaman yang telah kita alami beberapa tahun belakangan ini.
Tetapi selaku warga jemaat, orang yang beriman kepada Yesus Kristus, kita yakin bahwa ada sisi atau dimensi lain dari kenyataan ini, yaitu kenyataan ini memiliki di-mensi Ilahi, tidak semata-mata memiliki dimensi du-niawi (politik, ekonomi, sosial dan budaya). 
Tuhan adalah faktor penentu kehidupan kita, bahkan faktor yang terpenting menurut orang beriman. Inilah pesan firman Tuhan kepada kita di awal tahun ini lewat bacaan hari ini.
Bacaan kita mengisahkan pemberitaan Yeremia pada zaman Raja Zedekhia, Raja Yehuda yang terakhir. Nabi Yeremia ditangkap oleh Ze-dekhia dan ditempatkan di pelataran penjagaan istana, sebab ia menyampaikan berita buruk tentang Yehuda ketika tentara Babel sedang bersiap-siap menyerbu negeri itu. Yehuda saat itu sedang berada dalam ancaman Babel. 
Yeremia memberitakan bahwa Yehuda akan kalah; Yerusalem, Bait Suci dan kota-kota Yehuda akan dihancurkan menjadi puing-puing; dan negeri Yehuda dan Yerusalem akan sunyi se-nyap. Lewat berita tersebut Nabi Yeremia menyatakan bahwa bangsa Yehuda di bawah kepe-mimpinan Zedekhia berada dalam kenyataan sedang di-murkai oleh Tuhan karena kejahatannya. Sebab Tuhan sedang murka kepada umatNya yang berdosa. Lewat berita yang disampaikannya, Yeremia nampaknya tidak membela bangsanya dengan memohon pertolongan Tuhan, malahan terkesan menyalahkan mereka. Itulah sebabnya Zedekhia ma-rah padanya, lalu ia ditangkap dan diamankan di pelataran penjagaan istana.
Menurut firman Tuhan yang diberitakan oleh Yeremia, ke-adaan Yehuda yang terancam oleh Babel disebabkan oleh kejahatan bangsa Yehuda sen-diri. Kekalahan Yehuda sudah pasti, tinggal soal waktu saja. Tetapi sekali pun Yehuda hancur, Tuhan sedang me-rancang masa depan umat yang lebih baik. Yehuda akan dipulihkan. Yerusalem dan Bait Suci akan tegak kembali seperti sedia kala. Umat akan hidup dalam damai sejahtera.
Apa artinya berita ini bagi bangsa Yehuda dan bagi kita umat Kristen di Indonesia di awal tahun ini? Raja Zedekhia dan seluruh bangsa Yehuda di-ingatkan oleh Tuhan lewat Nabi Yeremia bahwa kenyataan yang mereka alami kini dan di masa depan adalah kenyataan yang di dalamnya Tuhan sedang giat bekerja demi umatNya. 
Tuhan tetap mengendalikan kenyataan dan sejarah bang-sa-bangsa, pun jika kenyataan itu merupakan penderitaan dan kekalahan bagi umat. Jika demikian halnya, maka Yeremia mengingatkan Zede-khia dan bangsa Yehuda bahwa sia-sia berusaha–juga bertobat–guna mempertahan-kan keadaan, sebab kejahatan bangsa itu sudah begitu ber-akar dan melampaui batas. 
Terimalah hukuman itu dan berharaplah dengan taat ke-pada Tuhan. Kenapa? Sebab, “Tuhan adalah Penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak selalu Ia menuntut dan tidak selama-lamanya Ia men-dendam” (Mazmur 103:8-9). Di dalam gelap, telah terbit terang! Demikian berita Natal yang baru saja kita rayakan.
Selama beberapa tahun bangsa Indonesia menderita akibat krisis. Sia-sia kita untuk memulihkan situasi negeri ini, jika kita mencari siapa yang salah. Kita semua bangsa Indo-nesia turut bersalah. Tuhan tetap bekerja. Ia bekerja dalam krisis yang sedang menerpa bangsa ini. Ia juga sedang me-rancang masa depan bangsa ini. Ketika Tuhan siap memu-lihkan kembali negeri ini, adakah kita mau bersiap diri dengan taat kepadaNya? 
Tahun 2008 terbentang di hadapan kita. Apakah kita mau menjalani tahun karunia ini dengan belajar taat lagi kepada Tuhan? Ketika Tuhan memu-lihkan bangsa ini, maka ber-bahagialah tiap warga jemaat yang didapatiNya taat dan setia kepadaNya. Maranatha! Da-tanglah, ya Tuhan! Kami siap membangun kembali Indone-sia dan daerah Sulawesi Utara, khususnya dalam ketaatan ke-padaMu dan dalam menyong-song pelaksanaan World Ocean Conference (WOC) 11-15 Mei 2009 sebagai tahun karunia Tuhan kepada pemerintah dan masyarakat Sulawesi Utara. Dengan tekad seperti inilah, kita masuki tahun 2008 ini. Selamat Tahun Baru 2008. 

Penulis adalah Penasihat Spiritual Kristen Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara.

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin