|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Minahasa Selatan
|
04 Januari 2008
|
PT Air Minsel Hadir, Warga tak Usah Khawatir
MESKI sempat mengalami penun-daan dan pembata-lan soal bentuk ker-jasama pihak PDAM Minsel dengan pihak WMD (Waterleiding Maatschapijj Drenthe) Belanda di tahun 2007 lalu, namun bisa dipas-tikan pada tahun 2008 ini warga Min-sel sudah bisa me-nikmati air bersih siap diminum.
Ini dipastikan de-ngan akan hadirnya PT Air Minsel yang merupakan wujud kecintaan Pemkab Minsel, untuk menghilangkan image bahwa Kabupaten Minsel sulit menikmati air bersih tersebut.
Hal ini seperti diungkapkan Dirut (Direktur Utama) PDAM Minsel, Steivy Tanor SE Ak MBA, di mana pihaknya akhirnya bisa menjawab tantangan warga Minsel khususnya soal kerjasa-ma dengan pihak WMD yang se-lama ini sangat dinanti-nantikan.
Dijelaskan Tanor kepada se-jumlah wartawan belum lama ini, aksi diam yang selama ini diperlihatkan pihaknya bukan berarti dirinya bersama jajaran PDAM Minsel yang baru tidur atau tidak melakukan upaya-upaya terobosan. Ini bisa ter-bukti dengan akan dibangunnya PT Air Minsel yang dalam waktu dekat ini akan dilakukan grand opening sekaligus peletakan batu per-tama pembangunan Kantor PT Air Minsel yang telah disiapkan.
Menurut putra Motoling ini, selain pihak WMD akan menanamkan inves-tasi di Minsel, pihak WMD akan melaku-kan kerjasama de-ngan PDAM Minsel, guna meningkatkan kualitas air serta pengoperasiannya. Dalam grand ope-ning pembangunan Kantor PT Air Minsel nanti, Bu-pati Minsel, Drs Ramoy Luntu-ngan juga akan melakukan penandatanganan konsesi PT Air Minsel yang dilanjutkan de-ngan penetapan formula tarif.
“Dalam acara tersebut, pihak WMD juga akan menyerahkan seperangkat kendaraan dinas untuk bisa dioperasionalkan oleh PT Air Minsel di bawah kendali PDAM Minsel,” ujar Tanor.
Dengan akan hadirnya PT Air Minsel ini, maka warga masya-rakat di 17 kecamatan tak usah khawatir lagi soal pelayanan air bersih dan air minum, dikarena-kan di Kabupaten Minsel di-ketahui merupakan gudang mata air peninggalan leluhur yang berada di sejumlah pegu-nungan yang ada di Minsel se-perti halnya Gunung Lolom-bulan.(***)
Pemkab rekrut pejabat ‘buangan’
Kawengian Jadi ‘Tumbal’
AMURANG-Apel perdana awal tahun 2008 Kamis (03/01) kemarin, tampaknya sangat mengejutkan. Pasalnya, di tengah suka cita para pegawai maupun pejabat yang ada di jajaran Pemkab Minsel yang baru merayakan hari raya Natal dan Tahun Baru, tak disangka langsung dikejutkan dengan adanya pencopotan pejabat yang kali ini menimpa Kadis Kesehatan Minsel, dr Tommy Kawengian.
Tak ada hujan dan tak ada angin, tiba-tiba dr Kawengian digantikan oleh pejabat ‘bua-ngan’ Pemkot Bitung yakni dr Dirk Lengkong yang merupakan mantan Kadis Kesehatan Bitung. Dengan adanya pergan-tian tiba-tiba Kadis Kesehatan Minsel itu, membuat sejumlah ele-men masyarakat Minsel bertanya-tanya dan sangat menyesalkan adanya titipan pejabat dari Pem-prop Sulut yang diduga sebelum-nya bermasalah ini.
Hal ini seperti diutarakan tokoh masyarakat Minsel, Drs Hengky FY Kawulusan. Menurutnya, pen-copotan Kawengian sama halnya dengan pembunuhan karakter. Pasalnya, dengan memiliki track record atau kinerja yang cukup baik, masa kan tanpa ada kajian yang matang langsung dicopot dan tak diberikan posisi jabatan yang sesuai dengan bentuk pe-ngabdiannya selama ini.
Dijesalkan Kawulusan, pihak-nya merasa heran. Selama ini ada sejumlah Kadis di jajaran Pemkab Minsel yang terlibat ma-salah atau kasus, namun tidak dicopot atau diberikan sanksi te-gas berupa pencopotan jabatan.
Dan yang paling mencolok, ada yang telah memasuki masa pen-siun namun tetap diperpanjang atau terkesan dilindungi petinggi Pemkab Minsel. “Selaku warga Minsel, kami sudah muak de-ngan adanya pencopotan biro-krat putra daerah yang seper-tinya dipasung harga dirinya. Masa kan ada pejabat kasus dan sudah pensiun, tetap dipelihara. Apa ini namanya keadilan dan punya hati nurani,” tukasnya.
Menanggapi keluhan warga ini, juru bicara Pemkab Minsel, Drs Benny Lumingkewas mem-bantah jika dikatakan pergantian Kadis Kesehatan Minsel tanpa pertimbangan atau kajian ma-tang. Menurut Lumingkewas, soal pergantian jabatan itu jauh hari telah di evaluasi oleh Tim Baperjakat, dan selanjutnya di- tindaklanjuti oleh keluarnya SK Bupati.
“Pergantian jabatan itu tak benar kalau dikatakan pembu-nuhan karakter. Semua jabatan pasti datang, jika pejabat itu loyal terhadap atasan,” kelit Luming-kewas.(pen)
|
|