|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Opini Redaksi dan Pembaca
|
04 Januari 2008
|
Banyak sisi kehidupan manusia terlebih dalam kehidupan beraga-ma waktu lalu dan saat ini. Peristiwa dan persoalan yang dihadapi di ta-hun 2007 lalu dalam hal kehidupan beragama menjadi tolak ukur dalam kehidupan di tahun 2008 ini. Semua permasalahan tersebut sekiranya dilihat kembali titik persoalannya, bukannya saling menyalahkan satu sama lain dan membenarkan satu kelompok atau perorangan saja.
Masalah yang terjadi dalam kehidupan beragama merupakan tantang iman bagi orang yang percaya, terlebih mereka yang benar-benar menjalankan ibadah atau firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Dari segi pelayanan di saat ini sebenarnya diperlukan pelayanan yang sinergi dari apa yang ada, dengan kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.
Seperti yang dikatakan Ketua Pria Kaum Bapa Rayon VII Wilayah Tomohon, Sonder, dan Tanawangko, Pnt Drs Johny Runtuwene dalam menghadapi permasalahan tersebut perlu ada sinergi antara ke-cerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.
Kalau ketiga kecerdasan ini diberlakukan dalam kehidupan sehari-hari, tentu berbagai persoalan dapat diatasi. “Meski kita cerdas secara intelektual, tetapi tidak cerdas secara spiritual dan emosional tentu tidak akan membuahkan hasil yang baik. Karena itulah ketiga hal ini perlu berjalan bersama-sama untuk menuju satu kesuksesan,” katanya.
Tentunya banyak dinamika kehidupan yang terjadi di tahun 2007 lalu, dan di tahun ini juga tentu juga ada dinamika dan lika-liku kehidupan terutama kehidupan umat beragama. Karena itulah kita diajak untuk saling memupuk kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan ber-negara terutama dalam kehidupan beragama.
Perlu dijauhkan kehidupan yang penuh dengan keangkuhan, ke-dengkian bahkan iri pada sesama kita manusia. Karena Tuhan mencip-takan umat manusia dengan berbagai kemampuannya masing-masing, marilah kita pergunakan kemampuan yang diberikan Tuhan untuk ber-karya dalam kehidupan. Terutama kita bergandengan tangan antarumat beragama untuk menciptakan kehidupan yang rukun dan damai.
Tahun 2007 menjadi indikator penting dalam menjalankan roda kehi-dupan kehidupan di 2008 ini. Untuk itu, dalam menyikapi hal ini, sebagai umat yang percaya pada Tuhan sangat diharapkan dapat memberi arti dan makna tentang kehidupan yang sesungguhnya. “Yang pasti dinamika perkembangan zaman dan realitas kehidupan zaman ini akan memacu dan memicu kita untuk semakin memberi arti dan makna pada kehidupan yang sesungguhnya,” kata Runtuwene.
Paling tidak kita harus memiliki optimisme iman, dengan melihat dan meyakini segala sesuatu ada dalam rancangan dan rencana Tuhan. Artinya, apapun obsesi, harapan, niat dan tekad memasuki tahun yang baru harus dilandasi keyakinan tentang kuasa kehendak Tuhan yang berlaku dalam kehidupan setiap umat manusia. Dan perlu juga diketahui, meski kita memiliki kecerdasan intelektual tetapi tak memiliki kecerdasan spiritual semua itu bohong belaka.(**)
|
|