|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Kota Manado dan Sekitarnya
|
05 Januari 2008
|
Pasar Pinasungkulan Masih Sepi
Setelah sempat diramaikan dengan banyaknya pedagang musiman pada beberapa hari menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, suasana Pasar Pinasungkulan saat ini kem-bali terlihat sepi. Berdasarkan pantauan harian ini, Jumat (04/01) kemarin, aktivitas jual beli di pasar tersebut rela-tif sepi dibanding hari-hari biasanya. Sejumlah perto-koan kecil terlihat masih tu-tup, begitupula dengan lapak-lapak yang masih kosong dan belum dimanfaatkan oleh para penjualnya.
Sementara itu, penggunaan badan jalan sebagai tempat berjualan strategis, hingga kini masih menjadi pilihan para PKL di pasar tersebut. Kondisi ini selain menimbul-kan kesemrawutan suasana di pasar, juga berakibat su-sahnya akses bagi kenda-raan angkutan yang hendak melintas di lokasi pasar.
“Waktu menjelang Natal dan Tahun Baru, torang malahan tidak bisa melewati areal ba-dan jalan karena sudah pe-nuh dengan PKL maupun pembeli. Namun sesudah pe-rayaan tersebut, kondisi pa-sar kan sudah kembali nor-mal, seharusnya badan jalan sudah dikosongkan dari PKL begitu pula dengan parkiran kendaraan yang terlihat mulai seenaknya, yang berakibat terhambatnya lalu lintas dilokasi ini,” tandas Yani, sopir trayek Kampus.
Diketahui, sepanjang tahun 2007 lalu, Pemkot Manado dalam hal ini Dinas Keter-tiban Umum (Distibum) sering melakukan penertiban sekali-gus penataan di Pasar Pina-sungkulan tersebut. Hanya saja keterbatasan areal serta masih kurang representa-tifnya kondisi di dalam pasar menyebabkan para PKL me-milih meluber hingga ke areal badan jalan untuk meng-habiskan dagangannya.(*/kg)
Pantai Malalayang sepi pengunjung
Habiskan Masa Liburan, Mall Jadi Pilihan Pelajar
Menikmati hari-hari terakhir liburan sebelum kebali ber-sekolah Senin (07/01) pekan depan, sejumlah pelajar menghabiskan waktunya di pusat-pusat perbelanjaan, seperti mal. Terpantau harian ini, Jumat (04/01) kemarin, sejumlah mal banyak dihiasi para pelajar.
Berbagai fasilitas di mal, seperti tempat permainan, sa-rana hiburan, tetapi juga counter-counter belanja, men-jadi tujuan para pelajar. En-tah itu hanya sekadar jalan-jalan, cuci mata hingga seka-lian berbelanja. “Salah-salah mo pi mana le, cuma mall yang beking torang pe pikiran tenang,” ujar Claudia dan Chintia, pelajar SMA Rex Mudi ketika bersua dengan harian ini di Amazone Mega Mall.
Hal sama juga dikatakan Laura bersama dengan teman-temannya. Menurut mereka, sarana-sarana hiburan yang ada di Kota Manado masih terkesan sedikit sehingga fasilitas Mal masih menjadi alternatif. “Salah-salah mo pi Bunaken, atau bukit kasih, mo pi pante Malalayang so pastiu, lebe baik datang cuci mata di Mal,” cetus Laura saat berada di Boulevard Mal.
Sementara itu, rekreasi me-nikmati pantai sepertinya bukan lagi menjadi pilihan. Pasalnya, sebagaimana ter-pantau harian ini, di pnatai Malalayang misalnya, yang biasanya ramai saat liburan, sekarang tidak lagi. Hal ini diakui oleh sejumlah warga yang ada di areal lokasi ter-sebut. Menurut mereka sejak awal liburan tahun lalu (2007) volume kunjungan warga relatif menurun. “Sejak tahun lalu ti-dak banyak warga yang datang ke tempat ini.Kalo pun ramai mungkin hanya hari minggu tapi tidak begitu banyak,” kata Ibu Mei warga setempat.
Menurutnya, kurangnya akti-vitas warga untuk berekreasi ke pantai tersebut dikarenakan masih banyak warga yang me-milih menikmati liburan Natal dan Tahun baru bersama de-ngan keluarganya di rumah atau di kampung halaman. “Mung-kin banyak warga yang memilih badiang di rumah ketimbang ba pasiar di pantai,” ujarnya.
Sepinya kunjungan warga ke pantai tersebut dalam masa liburan panjang ini, juga mempengaruhi pendapatan jualan para pedagang yang ada di lokasi tersebut. “Torang kira dalam masa liburan ini torang mo dapa ketambahan rejeki, tapi kenyataannya dalam sehari hanya sekitar Rp 100 sampai Rp 200 ribu, jauh dari perkiraan,” ujar Ibu Ses.(tr-02)
|
|