CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

   

 
Berita Ekonomi dan Bisnis  

05 Januari 2008

Petani kehabisan stok Harga Cengkih Kini Melambung Tinggi

 

 IKUTI BERITA LAIN

Inflasi Kumulatif 10 Persen Masih Normal

Lintas Berita Ekonomi

Harga cengkih di awal tahun 2008 kini menembus angka Rp 50 ribu setiap kilogramnya, setelah sebelumnya pada akhir tahun 2007 lalu, sempat berada pada posisi Rp 47 ribu per kilogram.

Kenaikan tersebut menurut Gustaf, seorang pedagang pe-ngumpul di Karombasan, aki-bat kebutuhan pabrikan se-makin tinggi saat ini. “Feno-mena kenaikan harga cengkih memang telah diprediksi sebelumnya yang mana menje-lang akhir tahun, harga emas coklat ini akan terus naik dan bisa menembus hingga Rp 50 ribu per Kg. Hal ini terjadi ka-rena petani mulai kehabisan stok di awal tahun 2008. 
Gustaf mengaku bahwa saat ini harga dipatok cukup tinggi yakni mencapai Rp 50 ribu per Kg. Meski begitu, kata Gustaf, para penjual tetap saja sepi.
Kenaikan harga ini, sangat disesali oleh kalangan petani, sebab terjadi ketika stok mereka telah habis terjual saat cengkih masih berada pada pada kisaran harga Rp 27 ribu.
Justru yang memperoleh keuntungan adalah para pedagang pengumpul atau pengusaha yang saat ini kemungkinan masih me-nyimpan stok dalam jumlah yang besar.
“Sisa stok cengkih sudah tinggal sedikit, hampir habis terpakai untuk keperluan Natal dan Tahun Baru, se-mentara para pedagang besar malah bisa menikmati harga tinggi,” ungkap salah seorang petani. 
Sebelumnya harga cengkih pada saat panen raya pada bulan Juli lalu hanya berada pada kisaran Rp 17 hingga 25 ribu per kilogram. Kondisi ini menyebabkan sebagian besar petani mengeluh sebab penghasilan tidak seimbang dengan biaya yang dike-luarkan.(wel)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin