|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
08 Januari 2008
|
|
Korban adalah istri dan anak anggota polisi
Ibu dan Anak di Bitung Tewas Dibantai di Ranjang
|
Awal tahun 2008 di Bitung, dibuka dengan peristiwa kriminal mengenaskan yang tergolong sadis. Kusnaida alias Nani (28) dan putranya Rizky (4), tewas dibantai di atas ranjang dengan belati, sekitar pukul 07.00 Wita, Senin (07/01) kemarin. Kejadian berlangsung di rumah korban, Kelurahan Girian Indah, Kom-pleks Primkop.
Kedua korban tak lain adalah istri dan anak dari Briptu Ali Marjun, yang sehari-hari ber-tugas di Satuan Lalu Lintas Ma-polres Bitung. Sebagaimana olah TKP yang turut diikuti ko-ran ini, ikhwal kejadian itu dike-tahui, ketika Briptu Ali Marjun pulang ke rumah dari kerja
sekitar pukul 15.00 Wita.
Begitu memasuki rumah, Marjun kaget bukan kepalang mendapatkan istri dan anak-nya telah bersimbah darah di atas tempat tidur. Keduanya dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi. Rizky meng-alami luka tikaman di bagian dada kiri, sedangkan ibunya Nanil ditikam pada pelipis kanan, dada kiri, paha kiri dan lengan kiri.
Marjun pun langsung histeris yang kemudian menarik per-hatian tetangga datang. “Ang-gota kami ini tidak menyangka kalau dirinya akan menemu-kan istri dan anaknya sudah dalam keadaan tidak bernya-wa, karena saat ke kantor pagi harinya, dirinya masih sempat menyapa istri dan anaknya yang saat itu masih bermalas-malasan di atas tempat tidur,” ungkap Kapolres Bitung, AKBP Drs Sungkono.
Sedangkan motif di balik ka-sus pembunuhan sadis ini, kata Kapolres, masih dikate-gorikan pembunuhan biasa, karena hasil penyelidikan dan penyidikan polisi di TKP tidak menemukan adanya indikasi pencurian atau perampokan di rumah korban. “Jika ada ba-rang yang hilang barulah kami akan menyimpulkan bahwa ini kasus pencurian dan pembu-nuhan, namun sejauh ini belum ditemukan adanya ba-rang atau pun uang milik korban yang hilang,” tan-dasnya lagi.
Sementara dari pantauan koran ini, usai kejadian terse-but, TKP langsung diserbu ra-tusan warga yang gempar se-telah mendengar ada pembu-nuhan seorang ibu dan anak di kompleks tersebut. Bahkan Ketua DPRD Kota Bitung, Joundris Kansil bersama Yusuf Senduk dan Meirtho Lepong ikut memantau di TKP (tempat dan kejadian perkara).
“Dengan adanya kejadian ini kami mengimbau kepada seluruh warga Kota Bitung untuk lebih berhati-hati dan waspada kepada orang-orang yang tidak dikenal,” tandas Kansil yang sempat terlihat mem-berikan dukungan moral ke-pada suami dan ayah korban, Briptu Ali Marjun, yang petang kemarin terlihat cukup shock.
Selain itu, Walikota Bitung Hanny Sondakh dan Kapolda Sulut, Brigjen Pol Drs Jacky Uly, juga sempat meninjau lo-kasi pembunuhan sadis tersebut. Diperoleh informasi, Kapolda langsung mengin-struksikan jajaran Polres Bitung untuk mengungkap kasus pembunuhan sadis ini secepat mungkin. Pada bagian lain, tim penyidik Reskrim Polres Bitung yang dipimpin langsung Kapolres Sungkono dan Kasat Reskrim AKP Asep Dermawan, sejak petang ke-marin hingga tadi malam terus melakukan olah TKP, guna mencari sidik jari pelaku dan sejumlah alat bukti yang ada di TKP.
Dari pantauan koran ini, yang menjadi lokasi utama olah TKP adalah kamar tidur tempat ditemukannya para korban dan di dapur rumah yang masih ditemukan bercak darah. “Kami juga masih me-nunggu hasil forensik atau visum et repertum (otopsi) dari tim medis Rumah sakit Ma-nembo-nembo,” tukas Sungkono.
Sedangkan pengembangan penyelidikan dan penyidikan kasus ini terus dilakukan polisi, dengan memperketat pintu keluar Kota Bitung, seperti terminal-terminal dan pelabuhan. “ Hal ini kami laku-kan guna mempersempit ruang gerak dari pelaku yang kemung-kinan akan melarikan diri,” tandas Asep Dermawan. Semen-tara diperoleh informasi, kor-ban Nani sedang hamil 2-3 bulan. Namun hal ini belum diperoleh kepastiannya.
Pada bagian lain, Brimob Polda Sulut telah menurun-kan anjing pelacak di TKP ber-sama tim Satlabfor (Satuan Laboratorium Forensik) Polda Sulut.(oan)
|
|