|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Bolmong,
Kotamobagu, Bolmut |
08 Januari 2008
|
|
Dana Talangan Dihapus,
Harga Jagung Terancam
|
Kekhawatiran petani Bolmong soal penghapusan dana talangan akhirnya terjadi di tahun 2008 ini. Tak pelak, sebagian petani pun mulai takut, dengan ketiadaan pro-teksi harga dari pemerintah ini membuat harga jagung terancam dan akan gampang dimainkan.
Hanya saja, Pemkab Bol-mong lewat Kadis Pertanian dan Peternakan, Ir Hj Channy Wayong menegaskan bahwa kekhawatiran itu terlalu berlebihan, bahkan pihaknya berkeyakinan harga jagung akan tetap terpelihara dengan baik, apalagi di Bolmong su-dah ada pengusaha yang se-lalu membeli dengan harga standar nasional.
“Pasar jagung di Bolmong kan sudah mulai dilirik na-sional maupun internasional. Sehingga pemerintah per-lahan mulai menghapuskan proteksi yang diberikan ke-pada petani. Di mana untuk tahun 2008 ini, kita sudah menghapuskan dana talang-an. Namun proteksi dalam bentuk bantuan bibit dan pupuk bagi petani masih tetap jalan,” terang Wayong.
“Kami imbau kepada petani agar tidak perlu takut dengan permainan harga, karena sebelum memutuskan peng-hapusan dana talangan, pe-merintah sudah melakukan berbagai kajian, salah satu-nya kajian tentang perminta-an jagung dari Bolmong yang terus meningkat sementara produksinya belum mampu memenuhi permintaan terse-but,” ungkapnya.
Contohnya, lanjut Wayong, saat ini pemerintah Filipina masih tetap berharap agar Bolmong mampu memenuhi permintaan mereka sebanyak 300 ribu ton per tahun, de-ngan pengiriman tiap bulan sektiar 25 ribu ton. Sayang-nya, belum ada pengusaha Bolmong yang berani mene-rima permintaan itu. Pasal-nya, produksi jagung Bol-mong saat ini baru mencapai 150-200 ribu ton per tahun, dan itu pun belum bisa me-menuhi permintaan antar-pulau di Indonesia, seperti permintaan dari Pulau Jawa.
Singkatnya, pasar jagung di Bolmong sekarang sudah dilirik nasional maupun in-ternasional, sehingga peme-rintah berkeyakinan harga jagung tidak akan bisa di-mainkan. Sehingga yang men-jadi tugas pemerintah saat ini tinggal bagaimana mening-katkan produksi jagung petani. Di mana untuk me-rangsang peningkatan pro-duksi tersebut, proteksi yang harus dilakukan adalah pemberian bantuan bibit berkualitas dan pupuk.
“Selain bantuan bibit dan pupuk, kami juga terus men-sosialisasikan tentang pe-manfaatan lahan-lahan tidur untuk ditanami jagung. Se-hingga ke depan, kita ber-usaha agar permintaan antar-pulau maupun dari luar ne-geri, mampu dipenuhi oleh petani Bolmong,” kunci Channy Wayong.(tus)
|
|