|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Mimbar dan Keagamaan |
08 Januari 2008
|
|
Tokoh Katolik dan Muslim akan bertemu di Roma
Suatan: Diharapkan Selesaikan Masalah Perdamaian Dunia
|
Rencana pertemuan antara tokoh gereja Katolik dengan para cendekiawan Muslim, pada musim semi mendatang bulan Februari atau Maret akan menjadi satu pertemuan yang menjadi sejarah. Pertemuan tersebut merupakan dialog antara tokoh Kristen dan Islam.
Menanggapi hal ini, tokoh agama Katolik, Pst Fred Ta-walujan MSC dan Islam, Halil Domu yang juga Wakil Ketua NU Sulut, Senin (07/01) me-ngatakan ini merupakan satu langkah positif untuk menuju satu perdamaian dunia. “Di-harapkan dalam pertemuan tersebut akan menghasilkan beberapa hal yang berkaitan dengan perdamaian dunia,” kata keduanya.
Seperti yang dikatakan Ta-walujan, diharapkan dalam pertemuan nanti akan menja-dikan satu pelopor perda-maian dunia di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Di samping itu sangat diha-rapkan negara Indonesia yang bukan negara agama tetapi yang mayoritasnya agama Is-lam sekiranya menjadi salah satu pelopor membendung bahaya radikalisme yang da-pat mengganggu perdamaian dunia.
Sementara itu, seperti yang dikatakan Pejabat Senior Va-tikan yang menangani masa-lah hubungan dengan Islam, Kardinal, Jean Louis Tauran menga-takan sebanyak tiga ke-lompok cende-kiawan Muslim sebagai utusan pen-dahulu akan datang pada Fe-bruari atau Maret untuk me-letakkan sendi dasar per-temuan tersebut.
“Dalam pengertian tertentu pertemuan tersebut dapat dikatakan sebagai pertemu-an bersejarah,” kata Tauran kepada Harian Vatikan, L’Osservatore Romano dalam edisi awal pekan ini.
Sebanyak 138 cendekiawan Muslim menulis surat kepada Paus Benediktus XVI dan se-jumlah pemimpin Kristen lainnya pada Oktober dan mengatakan kelangsungan hidup dari dunia bergantung pada dialog tersebut
Paus yang menjadi Kepala Gereja Katolik mewakili lebih dari dua miliar umat Kristen menjawab ajakan tersebut pa-da November lalu dan menyam-but baik dan menyampaikan undangan kepada para cende-kiawan Muslim untuk datang ke Roma. Menurut Tauran be-berapa materi yang ada dalam agenda pertemuan tersebut antara lain saling menghormati antarumat beragama, serta pengajaran toleransi kepada generasi muda.(lex)
|
|