|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Sanger dan Talaud |
08 Januari 2008
|
Warga Salibabu Terima Coldstorage
Masih dalam suasana sukacita ibadah perayaan tahun baru, bertempat di Jemaat Elim Desa Bitunuris, Minggu (06/01), Kecamatan Salibabu, warga desa tersebut menerima satu (1) paket coldstorage. Bantuan ini datang dari Kementrian Daerah Tertinggal yang diserahkan Bupati Talaud dr Elly E Lasut didam-pingi Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemkab Talaud, Ny S L Bambuta Ijong.
Sebagaimana penjelasan Ijong, meski baru dalam bentuk kunci, namun diketahui bantuan coldstorage ini merupakan jawaban Kementrian Daerah Tertinggal atas usulan warga Talaud bebera-pa waktu lalu. Selain itu, keberadaan coldstorage memang sudah lama ditunggu mengingat lokasinya sudah tuntas dibangun. “Pembangunan coldstorage ini ditangani Deputi Infrastruktur Daerah Tertinggal, selanjutnya pemerintah dan masyarakat tinggal menerimanya,” tutur Bambuta. Saat ini, warga setempat sedang menerima bimbingan teknis cara pengelolaan dan penggunaan.
Sementara Bupati Talaud dr Elly Lasut dalam rangkaian acara perayaan yang digelar di Jemaat Elim Desa Bitunuris, menyam-paikan terima kasih atas prestasi desa tersebut yang sukses meraih predikat sebagai Desa Teladan se-Sulut dan masuk 10 besar se-Indonesia. Menurutnya, semua ini tidak lepas peran aktif masyarakat setempat, aparat kecamatan dan desa.
“Suatu hal yang bukan gampang untuk meraihnya, apalagi masyarakat Desa Bitunuris berhasil meraih nilai tinggi dalam penilaian di tingkat propinsi sehingga meraih peringkat teladan se-Sulut dan 10 besar se-Indonesia,” tutur Lasut.(est)
Stok BBM Tersedia, Transportasi jadi Kendala
Persoalan BBM yang sempat membelit beberapa daerah ter-luar di Kabupaten Talaud seperti Karatung, Kakorotang, Miangas beberapa waktu lalu, saat ini dilaporkan sudah teratasi. Sayang-nya, seiring persoalan tersebut tuntas kini muncul persoalan baru yakni terbatasnya jasa angkutan (kapal) ke daerah-daerah pulau terluar.
Dikemukakan Kabag Perekonomian Talaud, Iskar Tamalawe Senin (07/01), seringnya kelangkaan BBM terjadi salah satu penyebabnya keterbatasan angkutan laut. “Jadi persoalannya bukan karena stock tidak ada, stock tersedia cuma yang jadi masalah alat transportasi tidak mendukung pendistribusian,” papar Tawalawe.
Untuk itu, lanjutnya, pemkab terus berupaya untuk menyia-sati hadirnya sarana tersebut mengingat sudah tidak di-mungkinkan lagi dimuat di kapal perintis karena sudah ada aturan yang mengaturnya. “Salah satu solusi yang kami sedang tempuh yakni dengan terus melakukan koordinasi ke pemerintah kecamatan guna mencari informasi bersama kemudahan dalam menyuplai stock ke sejumlah daerah itu,” tuturnya.(est)
|
|