HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

09 Januari 2008

Soeharto Kritis Lagi, 25 Dokter Ahli Turun Tangan 


Kondisi kesehatan mantan Presiden Soeharto belum stabil. Pagi kemarin (08/01), Soeharto mengalami kritis. Hal ini membuat tim dokter RS Pusat Pertamina kembali bekerja keras. Jumlahnya mencapai 25 dokter ahli. “Hari ini berkumpul 25 dokter dari berbagai keahlian untuk memulihkan Pak Harto. Tim dokter terbaik yang kita punya,” kata Mensesneg era Orde Baru Moerdiono di sela-sela RSPP, Jalan Kyai Maja, Jakarta Selatan, Selasa (08/01) kemarin.
Sehubungan dengan kondisi Soeharto yang kritis, tim dokter kepresidenan yang diketuai Dr Mardjo Soebiandono kembali telah memasang sejumlah alat pacu dan memberikan supply obat yang sempat dihentikan.
Dalam jumpa pers di Rumah Sakit Pusat Per-tamina (RSPP) Jakarta, Selasa pagi, Mardjo me-ngatakan, kondisi kemunduran Soeharto terlihat dari menurunnya produksi urine serta bertambah-
nya penumpukan cairan di paru-paru.
Selain itu ditemukan pula ada-nya pendarahan melalui urine dan veses sehingga hemoglobin menurun drastis yang semula 8,4 gram persen menjadi 7,6 gram persen meski transfusi dilakukan sejak Senin.
“Pagi (kemarin, red) ini, kami telah melakukan pemeriksaan Tissue Doppler Imaging (IDI) yang berfungsi memantau kondisi jantung pasien. Ha-silnya memperlihatkan adanya disinkronisasi pergerakan otot jantung serta tidak bergerak-nya satu segmen otot jantung,” kata Mardjo.
Atas dasar kondisi tersebut, tim dokter kepresidenan akan melakukan pemeriksaan Tha-lium Scan dengan teknik radio nuklir dan selanjutnya tim dok-ter memutuskan untuk mela-kukan tindakan Cardiac Re-synchronization Therapy (CRT) pada saatnya nanti.
Terkait menurunnya kondisi Soeharto, Mardjo tak menepis hal itu disebabkan penghentian obat-obatan yang sempat dila-kukan. “Saat ini kami kembali memberikan supply obat-obatan seperti obat yang me-macu tekanan darah dan pe-masangan sejumlah alat-alat pacu seperti ginjal buatan yang berfungsi seperti pencucian darah,” katanya.
Mengingat kondisi mantan orang nomor satu di Indonesia ini yang masih sangat labil serta memerlukan tindakan dan monitoring yang harus in-tensif, pihak dokter kepresi-denan memutuskan tentang waktu kunjungan terhadap pasien. “Jika memang ada yang menjenguk, hanya boleh dite-rima anggota keluarga saja,” kata Mardjo.(shc/*)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin