|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
09 Januari 2008
|
|
Cuaca Buruk, Supply Beras dari Jawa Distop
|
Akibat cuaca yang tidak bersahabat belakangan ini, menyusul terjadinya bencana banjir yang melanda Pulau Jawa, turut mempengaruhi distribusi beras. Namun demikian, kendati distribusi beras untuk Sulut harus di-hentikan, Pemprop Sulut tetap meyakini bahwa kebutuhan masyarakat akan beras tetap dalam kondisi cukup hingga satu bulan ke depan.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Pemprop Sulut, Dr Ir Lucky Longdong MEd menga-takan, saat ini Cadangan Be-ras Pemerintah (CBP) yang ter-
sedia di Bulog, dalam hal ini untuk disalurkan melalui ras-kin, dalam posisi aman yakni sebesar 600 ton. Demikian juga untuk stok beras pemerintah yang siap dijual ke masyarakat sebesar 19 ribu ton, juga dalam kondisi yang mencukupi.
Bahkan stok ketersediaan beras yang ada di gudang Bi-tung, saat ini cukup dengan besaran 12 ribu ton, Bolmong sebesar 3,357 ton, Tahuna 1,724 ton, Gudang Lirung 338 ton, Beo 319 ton, Depo Mia-ngas 15 ton dan Marore 25 ton.
“Kesemua ketersediaan beras ini cukup untuk satu bulan ke depan. Sehingga ka-lau Pulau Jawa harus meng-hentikan distribusinya, itu tidak berpengaruh. Pasalnya, kita juga akan berupaya un-tuk memenuhi ketersediaan dengan membeli beras dari daerah lain yang terdekat, an-tara lain Makassar,” katanya di sela-sela rapat evaluasi dengan Komisi B DPRD Sulut yang dilaksanakan di Dinas Kehutanan Sulut, Selasa (08/01) kemarin.
Selain itu, jaminan keterse-diaan beras untuk Sulut, kata Longdong, dapat diantisipasi menjelang proses panen besar yang akan dilakukan oleh sejumlah daerah sentra beras seperti Bolmong maupun Minsel.
Dan diperkirakan dari hasil panen tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga enam bulan ke depan. “70 persen ketersediaan beras daerah kita dipenuhi oleh lokal. Sementara 30 persen-nya dari daerah lain. Jadi ka-lau pada bulan Januari ini, akan dilakukan panen maka stok akan cukup untuk enam bulan ke depan,” katanya me-mastikan.(eda)
|
|