|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
09 Januari 2008
|
|
UMP
Sulut Urutan ke-3 Nasional
|
Upah Minimum Propinsi (UMP) Sulut masuk renking tiga besar sesudah Kota DKI Jakarta dan Aceh. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Drs Mokodongan Kandoli mengatakan hal tersebut kepada sejumlah wartawan, usai rapat di ruang Asisten II Kantor Gubernur, Selasa (08/01) kemarin.
Menurut Kandoli tenaga ker-ja Sulut seyogyanya harus ber-bangga karena saat ini Upah Minimum Propinsi yang ditetap-kan Gubernur Sulut sebesar Rp 845 ribu per bulan adalah keti-ga terbesar, sesudah DKI Jakar-ta yang ditetapkan sebesar Rp 932 ribu per bulan. Sedangkan Aceh masuk urutan pertama terbesar UMP-nya yakni se-besar Rp 1 juta per bulan.
Menurut Kandoli, UMP Sulut yang ditetapkan gubernur se-dikit perbedaannya dengan Kota Batam sebesar Rp 741 ribu yang menempati urutan ke-4 sesudah Sulut, padahal Batam sebelumnya pada ta-hun 2006 lalu dipatok lebih tinggi dari UMP Sulut. “Se-dangkan UMP terendah ada di Jawa Tengah sebesar Rp 500 ribu per bulan,” ujarnya.
Sementara di tempat terpi-sah Kepala Badan Pusat Sta-tistik, Drs Djasa Bangun me-ramalkan bahwa tahun 2008 ini tenaga kerja di luar Sulut akan bermigrasi mencari pe-kerjaan di Sulut. Hal tersebut akibat dampak kenaikan har-ga UMP yang lebih tinggi dari daerah lainnya.
“Tenaga kerja yang berada di wilayah Makassar maupun lainnya yang berdekatan de-ngan Sulut, bisa saja mencari pekerjaan di sini. Mereka me-lihat UMP lebih tinggi dari dae-rahnya sendiri,” jelas Bangun.
Dirinya juga meminta agar pemerintah propinsi dapat mengantisipasi terjadinya lon-jakan angkatan kerja yang berasal dari luar Sulut. “Oleh sebab itu tahun 2008 ini, pe-merintah bersama instansi terkait lainnya dapat meng-antisipasi terjadinya lonjakan tenaga kerja pada tahun 2008 ini,” ungkapnya.
Sedangkan di sisi lain ke-naikan UMP tahun 2008 membuat sebagian pengusaha malah kelabakan menye-suaikan dengan gaji baru para karyawannya. Ronny misalnya, pengusaha toko di bilangan Samrat terpaksa mengurangi jumlah karyawannya karena terbebani biaya transport yang tinggi, belum lagi dengan kenaikan UMP tadi.(wel)
|
|