|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Selatan |
09 Januari 2008
|
|
Dinilai dilandasi motif politik
Pencopotan Kawengian Bakal Jatuhkan Pamor Luntungan
|
Polemik pencopotan dr Tommy Kawengian sebagai Kadis Kesehatan Minsel terus menghangat. Bahkan, dikabarkan kalau pencopotan itu sendiri diduga didasari motif politik tertentu dari petinggi Pemkab Minsel dan Baperjakat.
Akan hal itu, sejumlah elemen masyarakat di Minsel dan Minsela menilai kalau pencopotan Kawengian sendiri bakal menjatuhkan pamor Bupati Minsel Drs RM Luntungan, yang dikabarkan akan mengikuti pemilihan gubernur Sulut pada 2010 nanti.
“Tak bisa dipungkiri kalau pergantian atau pencopotan Kawengian tersebut akan menjatuhkan nama atau pamor Luntungan sendiri pada pilgub nanti. Untuk itu, Luntungan harus berjuang keras lagi jika dia ingin maju di pilgub nanti, terlebih khusus dalam mengambil hati suara rakyat dari Minsela,” ungkap sejumlah elemen masyarakat yang meminta nama mereka tak usah dikorankan.
Ketika dikonfirmasi, Sekretaris Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan) Pemkab Minsel, Drs Mecky Onibala, membantah jika pencopotan Kawengian tadi ada motif politik.
Menurut Onibala, rolling jabatan yang dilakukan oleh Bupati, Drs Ramoy Luntungan dan Wakil Bupati, Ventje Tuela Ssos itu jauh hari memang sudah dipersiapkan, dan pihaknyalah (Baperjakat) yang diberi kepercayaan mengevaluasi akan semua kinerja para pejabat baik itu kompetensi maupun profesional kinerja pejabat itu sendiri.
”Pak Bupati dan Wabup bukannya campur tangan dalam mutasi pejabat, tapi memang harus terlibat. Itu karena merupakan kewenangan Pak Tuela dan Bupati Luntungan,” kilah Onibala.
Oleh karena itu, lanjutnya, pergantian Kawengian kepada Dirk Lengkong sebagai Kadis Kesehatan sudah sesuai dengan meknisme yang ada. “Karena setiap pejabat yang akan menjabat eselon dua sudah harus dikata mampu memiliki kompetensi dan professional, serta yang paling utama siap ditempatkan dimana saja,” kelitnya.
Ditambahkannya, soal adanya aspirasi yang disampaikan oleh warga Minsela (Minahasa Selatan Atas) yang ingin dr Kawengian diberikan jabatan yang layak dan pantas oleh pihaknya itu memang telah dipertimbangkan. Dan soal penempatannya, menurut Onibala, semua sudah pasti menjadi kewenangan bupati dan wakil bupati, karena Tim Baperjakat hanya sebatas mengevaluasi dan mengusulkan.
”Dr Tommy pasti akan mendapat posisi yang layak, dan itu tinggal menunggu waktu yang tepat saja,” ujar Onibala tersenyum.(pen)
|
|