|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Tomohon dan Sekitarnya |
09 Januari 2008
|
|
Tak capai target PAD
Dishubtel Disinyalir tak Terapkan Perda
|
Realisasi capaian Penda-patan Asli Daerah (PAD) dari Dinas Perhubungan dan Te-lekomunikasi (Dishubtel) Kota Tomohon, 2007, belum mencapai target yang dite-tapkan, disinyalir penyebab-nya karena institusi yang dikomandani Dra Lily Solang ini tak menerapkan perda dalam penarikan retribusi.
Berdasarkan data dan infor-masi yang diterima harian ini, pemasukan PAD Dishubtel yakni dari retribusi terminal, parkir, pengujian (KIR) dan perizinan. Dalam penagihan retribusi per hari khususnya untuk terminal, untuk kenda-raan penumpang angkot dan AKDP sampai 18 seat ditagih retribusi sebesar Rp 3.000 per kendaraan sedangkan kenda-raan AKDP 24 seat ditagih retri-busi sebesar Rp 5.000 per ken-daraan. Padahal diatur dalam perda, untuk angkot dan AKPD sampai 18 seat harus ditagih re-tribusi sebesar Rp 5.000 per kendaraan sedangkan AKDP 24 seat harus ditagih retribusi sebesar Rp 7.000 per kendaraan.
Sementara itu, di Kota To-mohon ada 22 trayek Angkot (Angkutan Kota) dengan jum-lah kendaraan yang terdaftar sebanyak 512 dan yang aktif beroperasi sekitar 300-400 kendaraan per hari. Untuk AKDP trayek Tomohon-Mana-do yang masuk daftar 90 ken-daraan tapi yang aktif ber-operasi per hari sekitar 70-75 kendaraan, AKDP Tondano-Tomohon terdaftar berjumlah 215 kendaraan dan yang aktif beroperasi per hari sekitar 100 kendaraan, AKDP Tomohon-Kawangkoan terdaftar berjum-lah 40 kendaraan dan yang aktif beroperasi sekitar 25-30 kendaraan per hari. Semen-tara AKDP dalam hal ini ang-kutan perbatasan dengan tra-yek Tomohon-Tanahwangko terdaftar berjumlah 30 ken-daraan dan yang aktif ber-operasi sekitar 25 kendaraan per hari, Sonder-Tomohon ter-daftar berjumlah 81 kenda-raan dan yang aktif beroperasi sekitar 35 kendaraan per hari, Tomohon-Kasuratan terdaftar berjumlah 5 kendaraan dan kesemuanya aktif beroperasi.
Kepala Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi Kota Tomohon, Dra Lily Solang ketika akan dikonfirmasi, Se-lasa (08/01) kemarin, sedang tak berada di kantornya. Ke-tika dihubungi melalui ponsel, ada nada sambung namun yang punya nomor enggan mengangkatnya untuk mela-kukan pembicaraan. Usaha konfirmasi melalui SMS pun sudah dilakukan, namun harapan adanya SMS balik tak kunjung datang.(jok)
|
|