|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Tribun Olahraga |
09 Januari 2008
|
|
Pengurus cabang olahraga diminta bersabar
Sendoh: Pencairan Dana PON
|
Adanya keinginan beberapa pengurus cabang olahraga di Sulut agar dana PON segera dicairkan, ditanggapi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulut, Ir Haefrey Sendoh. Menurutnya, pencairan dana tersebut tidak sembarangan, karena ada mekanisme yang harus dilakukan.
“Walaupun APBD Sulut ta-hun 2008 sudah diketuk, bu-kan berarti dana PON sudah bisa dicairkan. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui, sebelum dana tersebut dicair-kan,” ujar Sendoh kepada Ko-mentar, Selasa (08/01).
Dana tersebut, menurut Sendoh, adalah untuk pelatda sentralisasi, dan bukan untuk pelatda desentralisasi, selain untuk peralatan dan perleng-kapan olahraga. Jadi jika saat ini ada cabang olahraga yang telah mulai melakukan per-siapan, gunakan dulu dana sendiri. “Toh dananya (dan PON, red) tidak akan lari ke mana-mana,” tandasnya se-raya meminta pengertian dan kerjasama dari pengurus cabang olahraga.
Dijelaskannya, langkah per-tama yang akan dilakukan adalah menggelar pertemuan antara Pemerintah Propinsi Sulut dan Pemerintah kab/kota, yang direncanakan pe-kan depan. Dalam pertemuan tersebut akan dibicarakan be-rapa dana yang akan di-share masing-masing pemkab/pemkot untuk dana PON Su-lut. Jika besaran dana terse-but sudah diketahui, berarti secara total, dana untuk PON juga sudah diketahui.
Pada tahap ini, langkah ke-dua yang akan dilakukan adalah menggelar rapat de-ngan KONI Sulut, untuk membahas penggunaan dana tersebut. Dan terakhir, adalah rapat dengan pengurus ca-bang olahraga. “Kami akan mengusahakan agar semua tahapan ini dapat diselesai-kan pada bulan Januari ini,” tukasnya.
Selain itu, ia menambahkan, Departemen Dalam Negeri (Depdagri) juga meminta break-down dari dana PON sebesar Rp 7,5 miliar tersebut. “Jadi saat ini kami sedang menyu-sun detil penggunaan dana tersebut untuk dikirim ke depdagri,” tambah Epi.
Pada bagian lain, ia juga me-minta kerjasama yang baik dari pengurus cabang olahraga, misalnya untuk melaporkan berapa jumlah atlet yang lolos ke PON. “Tolong masukkan la-poran ke KONI, dengan tem-busan Dispora. Sebab, sering-kali kami mengetahui jumlah atlet yang lolos, justru dari koran,” kuncinya.(jou)
|
|