|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
11 Januari 2008
|
|
Sebelum Lengser, Bush
Inginkan Negara Palestina
|
Sebelum lengser sebagai orang nomor satu di Amerika Seri-kat (AS) tahun 2008 ini, Pre-siden George W Bush mem-punyai cita-cita luhur, yakni membantu mewujudkan Ne-gara Palestina yang benar-benar berdaulat. Oleh sebab itu, Bush saat ini sedang me-nemui Presiden Palestina, Mahmoud Abbas dalam kam-panyenya mewujudkan per-damaian Palestina-Israel. ‘’Sa-ya cukup konfiden, negara Pa-lestina akan terwujud,’’ ka-ta Bush saat konperensi pers bersama Abbas , Kamis (10/01).
Kunjungan ke Tepi Barat me-rupakan kunjungan Bush pertama sebagai Presiden AS. Bush mengharapkan, kedata-ngannya ini bisa mendorong terciptanya perdamaian Israel dan Palestina. Dia juga me-mang menyatakan keyakinan-nya, bahwa Israel dan Pales-tina akan menandatangani ke-sepakatan damai sebelum dia melepas jabatan dalam masa satu tahun ini.
Saat berbicara usai bertemu dan berunding Pemimpin Pa-lestina Mahmoud Abbas di Ra-mallah, Tepi Barat, Bush me-negaskan kembali bahwa dia siap untuk menekan kedua belah pihak agar mencapai kesepakatan.
Abbas mengatakan, dia mengharapkan pendudukan wilayah Palestina oleh Israel akan berakhir tahun ini. Ab-bas menyatakan, warga Pales-tina menghendaki masa depan yang berbeda dengan suatu negara demokratis modern.
Bush sendiri mencoba meng-gunakan kunjungannya untuk memajukan perundingan damai Israel-Palestina yang digulirkan kembali November lalu dengan KTT di Annapolis, AS. Lingkaran pengamanan ketat digelar di sekeliling kota Ramalah dalam rangka kun-jungan Bush. Warga diminta agar menjauh dari atap dan jendela. Seluruh kendaraan di-cekal dari jalan-jalan di distrik di sekitar markas Abbas, Mu-qata. Sniper dan ribuan agen keamanan Palestina dan Ame-rika Serikat membanjiri kawa-san tersebut dalam operasi besar-besaran untuk menjaga keselamatan sang Presiden AS. Perundingan Bush-Abbas ber-langsung satu hari setelah Bush bertemu Perdana Menteri Israel Ehud Olmert.(bbc/cnn)
|
|