|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Bitung dan Sekitarnya |
11 Januari 2008
|
|
|
Dewan diminta lakukan peninjauan
Proyek Talud Wangurer Barat Disinyalir Dikomplain Warga
|
Pembangunan talud penahan banjir di Kelurahan Wangurer Barat, dikomplain warga setempat. Pasalnya, proyek yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bitung itu, disinyalir tidak sesuai dengan yang diinginkan masyarakat sekitar.
Kendati sudah mendapat komplain warga terutama ang-gota Tim 9 yang mewakili ma-syarakat setempat, proyek ter-sebut tetap saja dikerjakan, Akibatnya, warga meminta agar Dekot Bitung segera tu-run tangan meninjau proyek pembuatan talud penahan banjir itu. “Kami meminta agar DPRD turun tangan dan me-ninjau proyek ini, sebab telah terjadi komplain dari warga karena pengerjaannya tidak sesuai dengan apa yang ditun-tut oleh warga,” tandas sejum-lah warga Wangurer Barat.
Ditambahkan warga, Dinas PU melalui tim teknis SDA yang melakukan koordinasi di lapangan kini telah lepas ta-ngan dan menyatakan tidak tahu-menahu jika proyek itu sudah dikerjakan. “Kami bi-ngung dengan proyek itu, ka-rena kami melihat banyak ke-janggalan termasuk tidak ada-nya papan proyek, apalagi tim 9 yang dibentuk untuk ikut bekerja sama dalam koordina-si pengerjaan proyek untuk antisipasi banjir seperti yang lalu, sudah terjadi pro dan kontra,” tandas Jonli Runtu-wene, personel Tim 9.
“Perhatian dan bantuan pemkot itu sangat kami hargai tetapi pengerjaan proyek itu harus transparan, karena me-nyangkut kepentingan masya-rakat,” tambah Melky Salin-deho yang didukung Frans Andirael dan Sion Tandayu.
Kepala Dinas PU, Ir Alex Wattimena saat dikonfirmasi wartawan, membantah jika proyek itu mendapat komplain dari warga. “Sebetulnya tidak ada warga sekitar pengerjaan proyek yang mengkomplain-nya, cuma mereka tidak me-ngerti, tetapi setelah dijelas-kan, mereka bisa memahami,” terang Wattimena.
Diakuinya, sesuai yang di-inginkan warga sekitar, ha-rusnya dibangun semacam pemecah ombak, tetapi dana yang tersedia untuk itu tidak ada. “Sebab anggarannya bisa sampai beberapa miliar, se-dangkan untuk proyek pem-buatan talud dengan batu bor-der itu hanya sekitar Rp 1 mili-ar saja, dan memang dananya hanya sebesar itu,” ungkap-nya. Dijelaskan pula, jika pro-yek itu merupakan dana ben-cana alam yang tendernya su-dah dimulai sejak Desember 2007 lalu dan nanti dikerja-kan pada Januari 2008.(oan)
|
|