|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Selatan |
11 Januari 2008
|
|
Luntungan dibela mati-matian
Onibala Mengaku Penempatan Pejabat Bukan Karena Keterwakilan
|
Kecaman serta reaksi keras yang muncul terhadap kepemimpinan Bupati Drs Ramoy M Luntungan menyusul dicopotnya dr Tommy Kawengian sebagai Kadis Kesehatan, dan digantikan oleh dr Dirk Lengkong, ternyata terus menimbulkan polemik di Kabupaten Minsel.
Bahkan, ada sejumlah warga kepada harian ini menegaskan kalau akibat pencopotan terse-but, kepemimpinan Luntungan sekarang ini dipertanyakan se-jumlah kalangan, terlebih se-jumlah daerah di pinggiran Minsel.
Namun, kembali Sekteraris Tim Baperjakat Minsel, Drs Mecky Onibala, membela mati-matian atas sikap Luntungan tersebut. Menurut Onibala, pe-ngangkatan dan pergantian pe-jabat itu dilatarbelakangi oleh kompetensi dan profesional kinerja, dan bukan karena unsur keterwakilan dari peja-bat itu sendiri.
Dijelaskan Onibala, dalam melakukan penempatan ja-batan oleh pejabat yang ber-wewenang, itu diketahui sudah sesuai mekanisme dan aturan kepegawaian. Di mana, dalam menempatkan seorang pejabat tidak mengenal keterwakilan, namun dilakukan dengan me-lihat sejumlah aspek, di anta-ranya kompetensi yang dimiliki serta profesioanalisme kerja dari sosok pejabat yang akan ditempatkan tersebut.
Oleh karena itu, menurut Onibala, jabatan yang diper-cayakan kepada segenap peja-bat Minsel bukan merupakan milik pribadi atau budel serta warisan semata, namun jabat-an hanya merupakan keperca-yaan atasan dalam hal ini Bu-pati RM Luntungan, dalam menjalankan roda pemerin-tahan khususnya di Kabupa-ten Minsel.
“Untuk itu, kita sebagai peja-bat bisa bersyukur bahwa atasan bisa memberikan ke-percayaan kepada kita untuk memegang jabatan tertentu. Namun di balik itu, kita harus siap dan legowo jika satu saat posisi kita digantikan oleh orang lain,” tukas Onibala.
Dengan demikian, lanjutnya, sebagai PNS tentunya sudah siap ditempatkan di mana saja sesuai dengan pengakuan atau sumpah jabatan pada saat di-angkat menjadi abdi negara.
“Selaku PNS tentunya kita siap ditempatkan di mana saja atau tour of duty and tour of area. Berangkat dari semuanya itu, kita harus saling menerima apa yang telah diatur oleh atas-an. Mungkin saja ada jabatan lain yang dipersiapkan untuk kita, khusus kepada pajabat yang baru dilakukan perganti-an,” kilah Onibala.(pen)
|
|