|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Minut |
11 Januari 2008
|
|
Soal
penambahan anggaran kantor dewan
Dacosta: Wajar Masalah Ini Diusut
|
Penambahan anggaran pembangunan kantor dewan yang berbuah penambahan dan perubahan pekerjaan tanpa ditender, terus menuai kritikan. Selain itu desakan agar aparat hukum mengusut kasus ini juga terus bergaung.
Menurut pengacara yang juga warga Minut, Stevi Da-costa SH, sangatlah wajar jika ada tuntutan agar penambah-an anggaran dan perubahan pekerjaan tanpa tender. “Wajar jika masalah ini diusut. Sedangkan proyek bencana alam tahun 2007 milik pro-pinsi semuanya ditender, apa-lagi proyek kantor dewan yang tak ada nilai urgensinya se-hingga tak ditender,” kata Da-costa, Kamis (10/01) kemarin.
Ditambahkannya, sangatlah fatal jika ada pejabat pemkab maupun anggota dewan men-dorong proyek dilaksanakan menyimpang dari tatanan atu-ran. “Bagaimana jadinya dengan proyek-proyek di Minut ke de-pan. Jadi siapapun yang bersa-lah harus bertanggung jawab dan diproses hukum,” pukasnya.
Sementara itu, salah satu sumber di Dinas PU yang me-minta namanya tak disebut-kan, membeberkan bahwa ke-putusan perubahan pekerjaan tak ditender disinyalir ditetap-kan oleh segelintir oknum ang-gota dewan. Alasannya, diduga karena dana tambahan Rp 600 juta dari ABT 2007 baru cair pertengahan Desember.
“Itu jadi alasan tak ada ten-der dan perubahan pekerjaan tetap dilaksanakan kontraktor yang sama karena waktu me-pet,”
ungkapnya.(art
|
|