|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Selatan |
12 Januari 2008
|
|
Dinilai lecehkan warga sekitar
PT Cargill Didemo Ratusan Warga Ambar
|
Emosi masyarakat di Kecamatan Amurang Barat (Ambar) seputar pengoperasian PT Cargil, tampaknya sudah tak bisa ditahan lagi. Pasalnya, meski telah beberapa tahun beroperasi di wilayah tersebut, namun PT Cargill dinilai tidak menghiraukan aspirasi untuk bisa mempekerjakan warga setempat di lokasi perusahaan itu.
Akibatnya, Jumat (11/01) kemarin, sekitar pukul 16.30 WITA, warga mendatangi PT Cargill Indonesia yang terletak di Kelurahan Kawangkoan Bawah, untuk melakukan aksi demontrasi damai.
Warga terlihat berbondong-bondong untuk menyampaikan unek-uneknya seputar ketidakjelasan PT Cargil merekrut tenaga kerja lokal sambil membawa spanduk bertuliskan “PT Cargil harus mengakomodir warga Minsel”
Meski tak ditanggapi oleh pihak perusahaan, namun warga tetap ‘menduduki’ PT Cargil yang cukup ketat pengamanannya itu. Menurut perwakilan warga, Joike Wongkar, Donny Mona, Weisy Wongkar dan Stenly Lumi, hampir dua tahun perusahaan ini melakukan aktifitas di tanah Minsel namun sampai saat ini warga sekitar tidak dilibatkan sebagai buruh bangunan atau tenaga lokal.
Oleh karena itu, mereka meminta dan mendesak agar pihak perusahaan untuk merekrut warga sekitar minimal 60 persen pekerja diambil dari sekitar kawasan pabrik atau orang Minsel. Sementara sisanya 40 persen, didatangkan dari luar daerah dan dari luar negeri.
“Saat ini, nyaris tidak ada warga Minsel yang bekerja di pabrik PT Cargil, sebagian besar pekerja didatangkan dari luar Sulut. Ini jelas namanya pelecehan, dan tak sesuai komitmen awal,” ujar mereka.
Sayangnya, pihak PT Cargil sulit untuk dimintai keterangannya. Di mana, selain warga sulit menemui pimpinan, juga insan pers tak bisa masuk areal lokasi PT Cargil tersebut.
Sementara itu, Camat Ambar, Drs Rommy Rumagit ketika dikonfirmasi mengaku siap memfasilitasi keinginan dan harapan warga tersebut. Yang jelas, menurut Rumagit, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan yakni duduk satu meja membicarakan akan aspirasi warga yang ada.
”Kalau warga menggelar demo damai, itu hak warga guna menyampaikan aspirasi. Tapi itu harus bersifat damai, bukan anarkis. Yang jelas, tuntutan warga akan dibahas dengan PT Cargil,” kata Rumagit.(pen)
|
|