|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Kota Bitung dan Sekitarnya
|
14 Januari 2008
|
Kadis PDK Tepis tak Deteksi Anak Putus Sekolah
Gerah dengan pernyataan salah satu stafnya, Kadis Pen-didikan dan Kebudayaan (PDK) Bitung, Drs Alfreds Mandak be-lakangan menepis kalau pi-haknya tidak mampu mende-teksi anak putus sekolah.
“Anak putus sekolah di Bitung jumlahnya sekitar 2.635. Hal ini menjadi perhatian dan target program kami di tahun 2008,” ujar Mandak sembari menam-bahkan, sudah menjadi komit-men Dinas PDK Kota Bitung, guna memajukan standar pen-didikan.
Sehingga dalam peningkatan mutu pendidikan ini, kata dia, tahun 2008 ini adalah tahun di mana dunia pendidikan Bitung kembali bergairah. Apalagi me-nyusul masuk puluhan miliaran di pos anggaran pendidikan yang merupakan suatu langkah maju dan wujud nyata bahwa pemkot sangat concern dengan masalah pendidikan masyarakat.
Upaya-upaya memerangi anak putus sekolah ini, lanjutnya, terus dilakukan sampai saat ini. Misal-nya dibentuknya kelompok-ke-lompok belajar masyarakat, war-ga belajar keseteraan SD Paket A, warga belajar kesetaraan SMP (paket B) serta warga belajar un-tuk kesetaraan SMA atau Paket C. Oleh sebab itu, kata Mandak, sangat keliru apabila ada ok-num-oknum yang menuding bahwa Dinas PDK Bitung tidak maksimal dan tidak memiliki program yang jelas dalam men-jalankan tugasnya. “Kapan saja kami siap untuk dilakukan pe-meriksaan, sebab selama ini pi-hak kami sudah bekerja se-maksimal mungkin dalam me-majukan dan meningkatkan sis-tem pendidikan di Kota Bitung,” kunci Ape, sapaan akrabnya.(oan)
Bantu Masyarakat, PAN Siapkan Mobil Ambulance
Bitung-Eksis-tensi Partai Amanat Nasional (PAN) di Kota Bitung tak ha-nya murni kepenti-ngan politik. Malah sebaliknya, partai yang dipimpin Drs Anthonius Supit AmaTe ini justru membantu kepen-tingan masyarakat dengan menyiap-kan dua unit mobil ambulance.
“Bagi warga yang memiliki kendala tidak mampu membiayai mobil ambulance, DPC PAN Bitung menyiadakan fasilitas medis ini secara gratis,” tukas Ketua DPC PAN Bitung, Drs Anthonius Supit yang akrab disapa Ko Henk ini. Kehadiran dua unit mobil ambulance milik DPC PAN Bitung ini, memang baru beroperasi sejak tahun 2007. Akan tetapi, respons masyarakat begitu tinggi, sehingga hampir setiap pekan ada permintaan bantuan dari warga. “Sudah sekitar ratusan warga yang kami layani, dan ini menjadi harapan kami untuk menjadikan partai ini sebagai partai yang peduli kepentingan rakyat,” ujarnya.(sel)
MKM Gelar Apel Adat dan Pegelaran Seni
Tou Minahasa di Kota Bitung yang tergabung dalam Majelis Kebudayaan Minahasa (MKM) terus merapatkan barisan. Di mana dalam beberapa waktu ke depan, MKM akan menggelar pagelaran dan apel adat Wangko Minahasa Wanua Bitung yang ditetapkan pada tanggal 27 Januari, tepatnya di Lapangan Maesa.
Tidak hanya itu saja, supaya kegiatan akbar tersebut dapat tercapai dengan baik, maka segenap pengurus MKM terus mematangkan persiapan terhadap kegiatan yang juga hasil prakarsa dari beberapa Tonaas Bitung, antara lain Prof dr Boetje Moningka (Tonaas Tonsea), Cornelis Supit (Tonaas Toulour), Drs Max R Pongoh (Tonaas Toutenboan), Drs JHA Kapoh (Tonaas Toumbulu) dan Dra Nori Supit (Tonaas Pasan Ponosokan) serta dr Ferry Kalitouw (Tonaas Bantik).
“Setelah apel akbar, akan dilanjutkan dengan kegiatan kesenian Minahasa, yaitu Tari Maengket, Kolintang Kabasaran, Katrili, Lililoyor, Tari Lenso, Tari Bakiak dan Tari Minahasa lainnya. Sebab tujuan dari MKM sendiri untuk kembali memupuk rasa kebersamaan dan persatuan terutama dalam hal menyikapi persoalan daerah selain kembali menyegarkan kesenian Minahasa yang seakan tidur panjang di Kota Bitung,” ungkap Ketua Umum Panitia, Drs Hanny Ruru melalui Ketua Seksi Publikasi dan Dokumentasi, Denty Paendong.(oan)
|
|