|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Bolmong,
Kotamobagu, Bolmut |
14 Januari 2008
|
|
Hasil Proyek PT Jaya Whibawaguna
Belum Satu Bulan Jalan Buyat-Molobog Rusak Lagi
|
Kondisi jalan yang yang meng-hubungkan antara Desa Buyat dan Molobog, Kecamatan Nua-ngan mengalami rusak berat. PT Jaya Whibawaguna, selaku pelaksana proyek, sempat di-keluhkan oleh warga setem-pat. Pasalnya, proyek jalan kategori hotmix yang sudah menelan dana sebesar Rp 8,770 miliar lebih yang berasal dari APBD Propinsi Sulut itu, belum sebulan lamanya telah mengalami rusak berat.
Kekecewaan dari sejumlah warga wajar saja mencuat. Menurut Penatua Desa Tun-tungon, Addy W Awumbas, pengaspalan jalan yang baru berjalan pada bulan awal November tahun lalu itu, kini mengalami rusak kembali. Di mana jalan tersebut sudah banyak yang berlubang dan sepanjang jalan yang berjarak kurang lebih sepuluh kilo meter itu, pinggiran aspalnya sudah tidak beraturan lagi. Tidak ha-nya itu, jalannya pun tidak rata dan bergelombang. Sehingga tidak memberikan kenyaman-an bagi pengendara yang se-dang melintasi jalan tersebut.
“Masak baru sebulan itu jalan so rusak. Kong kita nya pernah lia pengawas datang ba hoba kamari, dari so besae tu jalan,” keluh salah satu tokoh masyarakat ini.
Dari amatan harian ini, Sabtu (12/01) pekan lalu, dengan kondisi jalan yang menurut warga tidak sesuai dengan bestek itu, aspal kategor hotmix itu akhirnya mudah sekali dihancurkan. Hanya dengan hentakan kaki pada pinggiran aspal saja mudah terbongkar. Padahal, bila dibandingkan dengan jalan dari Desa Motongkat ke arah Desa Atoga itu, sangat kuat dan kokoh. Walau sudah berusia puluhan tahun lamanya. Teknologi tam-bah modern, apa iya mutunya tambah buruk dibandingkan dengan pengaspalan tahun 80-an. Co lia jalan menuju Desa Atoga, sampe sekarang masih dalam kondisi bagus,” kata Rumister Hoke, salah satu warga yang tinggal sudah pu-luhan tahun lamanya, mem-bandingkan hasil proyek model dulu yang ia juga sempat turut melaksanakan proyek jalan pada saat itu.
Dalam kesempatan ini, ia pun menambahkan, kurangnya pe-ngawasan dari pihak yang terkait pada waktu awal hing-ga akhir pelaksanaan proyek itu. Sehingga pelaksana ke-giatan lebih leluasa dan ter-kesan hanya asal jadi.
“Bukan cuma jalan ini, ada dua proyek jalan yang dorang (PT Jaya Wibawaguna, red) bekeng. Salah satunya juga jalan menuju Desa Paret, Ke-camatan Kotabanan,” ung-kapnya lagi.(tr-03)
|
|