|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
14 Januari 2008
|
|
Semen Kembali Menghilang dari Pasaran
|
Sejumlah konsumen mulai mengeluh karena semen di pasaran tak terlihat lagi. Dari pantauan, sejak beberapa hari terakhir ini, para pemilik toko mengaku sudah tidak memiliki stok semen.
Sebetulnya pada hari Rabu pekan lalu, ada pasokan se-men Tonasa sebanyak 5.700 ton, di Kota Bitung, namun jumlah tersebut ternyata be-lum bisa memenuhi kebutu-han konsumen. Hal itu antara lain karena di awal tahun banyak pelaksanaan proyek.
Hingga, Sabtu (12/01) pekan lalu, sejumlah toko penjualan bahan bangunan di Kota Mana-do, tak menjajakan semen. Cie Mey, pemilik Toko Sinar Terang misalnya, mengakui sudah ti-dak memiliki stok semen. Diri-nya malah mengaku ikut antri di gudang yang ada di Bitung untuk memperoleh stok.
Meski kesulitan memperoleh stok semen, namun menurut Cie Mey pihaknya tidak akan menaikkan harga dan akan tetap di kisaran Rp 45 ribu per sak. “Kalau sudah masuk harganya tetap, tak akan di-naikkan,” akunya.
Sementara itu, Kasubdin Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulut, Janny Rembet SE ketika dikonfir-masi melalui Seksi Sarana Perdagangan, Marthen Sirapa SE membenarkan hal terse-but. Menurut Sirapa memang akhir-akhir ini kebutuhan warga akan semen cukup tinggi, sehingga ketersediaan stok di gudang penyimpanan cepat habis, karena langsung diambil pembeli.
Namun, warga tak perlu pa-nik akan terjadinya kelangka-an semen, sebab menurut Si-rapa pihaknya telah meminta para distributor untuk me-nambah stok terkait dengan kebutuhan warga yang sema-kin meningkat.
“Minggu ini akan masuk lagi sebanyak 3.900 ton menyusul kemudian 5.700 ton. Jumlah tersebut dapat diprediksi akan cukup memenuhi kebutuhan hingga akhir bulan Januari,” ujar Sirapa.(wel)
|
|